Perusahaan Forensik Chainalysis Diserang, Data Pengguna Terekspos

Paradoks di dunia keamanan siber kembali terjadi. Perusahaan analisis dan investigasi blockchain, Chainalysis, mengonfirmasi bahwa baru menjadi target insiden peretasan, Serangan ini menambah daftar platform kripto dan Web3 yang mengalami kompromi keamanan dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagaimana dalam penyelidikan, Perusahaan tidak menemukan bukti adanya akses ilegal terhadap konten investigasi, kredensial autentikasi, hingga token sesi pengguna. Namun, beberapa data yang bersifat non-sensitif terekspos akibat insiden.

Baca Juga: Trezor Peringatan Darurat Pembeli via CryptoBilis

Dampak Kebocoran dan Penanganan Forensik Internal

Data pengguna yang terekspos akibat insiden mencakup ID, nama, dan alamat email. Merespons pelanggaran tersebut, Chainalysis bergerak cepat dengan menggandeng pakar keamanan siber pihak ketiga kelas dunia.

Menariknya, perusahaan juga mendayagunakan Large Language Models (LLM) atau model kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses peninjauan keamanan serta memperkuat benteng pertahanan dari serangan serupa di masa depan.

Chainalysis juga secara tegas memberikan klarifikasi bahwa insiden peretasan yang menimpa infrastrukturnya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan rekor pencurian kripto fantastis senilai $6,3 miliar yang baru melanda bursa Binance.