Boris Johnson Picu Kontroversi, Sebut Bitcoin Tak Lebih dari “Skema Ponzi”

Pernyataan mengejutkan datang dari mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, yang baru-baru ini menyuarakan skeptisisme terhadap Bitcoin. Johnson secara blak-blakan melabeli Bitcoin sebagai “skema Ponzi” yang tidak memiliki nilai intrinsik nyata, sebuah pernyataan yang langsung memicu perdebatan panas di kalangan komunitas finansial global.

Kritik ini menambah panjang daftar tokoh politik dunia yang masih memandang skeptis terhadap adopsi teknologi blockchain dan aset digital.

Keraguan Terhadap Nilai Fundamental Bitcoin

Pernyataan Johnson berfokus pada kekhawatirannya mengenai volatilitas ekstrem dan kurangnya perlindungan bagi para investor ritel.

Mantan politisi tersebut berargumen bahwa struktur harga Bitcoin lebih banyak didorong oleh aktivitas spekulatif, mirip dengan mekanisme gelembung finansial yang pernah terjadi dalam sejarah pasar keuangan.

Pandangan ini tentu bertolak belakang dengan narasi yang selama ini menempatkan Bitcoin sebagai “emas digital” dan alat lindung nilai terhadap inflasi mata uang fiat yang terus tergerus.

Baca Juga: Manuver Strategis! Ethereum Foundation Melepas 5.000 ETH ke Bitmine Milik Tom Lee

Reaksi Pasar dan Komunitas Global

Meskipun kritik dari tokoh politik sering kali muncul, pernyataan spesifik dari Johnson ini menarik perhatian karena profilnya sebagai mantan pemimpin negara besar.

Komunitas menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk dari kurangnya pemahaman mendalam mengenai prinsip desentralisasi serta konsep kelangkaan digital, yang merupakan fondasi utama Bitcoin.

Namun di sisi lain, pernyataan tersebut juga menjadi pengingat bagi para regulator untuk memperketat pengawasan guna meminimalkan potensi kerugian investor di masa mendatang.