Zcash (ZEC) Anjlok 35% Setelah Developer Ungkap Bug Fatal yang Tersembunyi Selama 4 Tahun

Kabar mengejutkan datang dari salah satu proyek privacy coin, Zcash (ZEC). Harga token ZEC mengalami kejatuhan lebih dari 35% hanya dalam kurun waktu 24 jam. Kepanikan ini dipicu langsung oleh pengumuman dari tim pengembang (developer) yang mengungkapkan adanya celah keamanan atau bug utama berskala besar di dalam sistem mereka.

Ironisnya, celah keamanan krusial ini dilaporkan telah mengintai dan tidak terdeteksi oleh siapa pun selama hampir empat tahun, menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem audit dan keamanan protokol.

Bug Kritis yang Tersembunyi Bertahun-tahun

Pengumuman mendadak dari pihak pengembang langsung memicu aksi jual massal (panic selling) dari para investor yang mengkhawatirkan integritas privasi jaringan.

Anjloknya harga Zcash (ZEC) akibat penemuan bug fatal, celah keamanan ini berpotensi mengeksploitasi fitur transaksi terproteksi (shielded transactions) yang menjadi nilai jual utama Zcash.

Meskipun tim mengklaim belum ada bukti bahwa bug tersebut telah dieksploitasi oleh pelaku kejahatan untuk mencetak koin palsu, pengakuan bahwa celah ini ada sejak empat tahun lalu langsung meruntuhkan kepercayaan pasar.

Baca Juga: Awas Bull Trap! Trader Kalshi Proyeksikan Aksi Jual Bitcoin Masih Akan Berlanjut

Harga ZEC Merosot Tajam, Investor Siaga

Reaksi pasar terbilang sangat brutal dan instan, Kapitalisasi pasar Zcash langsung menyusut drastis karena token Zcash (ZEC) kehilangan sepertiga nilainya dalam waktu singkat.

Saat ini, tim pengembang berpacu dengan waktu untuk merilis patch pembaruan darurat untuk menutup celah tersebut.

Bagi para holders ZEC dan pelaku pasar, situasi ini menjadi pengingat bahwa proyek kripto berbasis privasi tingkat tinggi sekalipun tidak luput dari risiko kesalahan kode pemrograman (coding bug).