Manfaatkan “Dip” Pasar, Perusahaan Treasury Sharplink Borong Ethereum Lagi Setelah 8 Bulan Absen!

Di tengah koreksi tajam yang melanda pasar aset digital, langkah berani justru diambil oleh salah satu raksasa pengelola dana cadangan (treasury) kripto. Sharplink, Perusahaan publik asal Amerika Serikat, kembali mengakumulasi aset Ethereum untuk setelah menghentikan aktivitas pembelian selama delapan bulan terakhir.

Aksi borong ini terdeteksi dari data on-chain Arkham, di mana dompet digital yang terafiliasi dengan Sharplink menerima transferan sebanyak 5.000 ETH senilai sekitar $7,85 juta dari broker utama prime brokerage, FalconX.

Menariknya, momentum akumulasi agresif ini dieksekusi saat harga Ethereum ambles ke titik terendah sepanjang tahun 2026 di kisaran angka $1.537 per koin.

Menunjukkan Keyakinan Korporasi di Tengah Tren Bearish

Langkah yang diambil oleh Sharplink ini dinilai sebagai bentuk keyakinan korporasi jangka panjang yang kuat terhadap fundamental Ethereum, mengabaikan fluktuasi harga jangka pendek yang saat ini sedang tertekan..

Transaksi terakhir yang dilakukan oleh perusahaan sebelum ini terjadi pada Oktober 2025 lalu.

Penambahan ini otomatis mendongkrak total kepemilikan aset Sharplink menjadi 876.285 ETH, mengukuhkan posisinya sebagai pemegang korporat publik ETH terbesar kedua di dunia tepat di belakang Bitmine Immersion.

Baca Juga: Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Menghadapi “Floating Loss” demi Katalis Crypto Spring

Meski memanfaatkan harga diskon, pembelian di harga saat ini menempatkan portofolio investasi Sharplink dalam posisi kerugian yang belum direalisasikan $1,65 Miliar.

Analisis data on-chain menunjukkan bahwa rata-rata harga pembelian (average buy price) ETH milik Sharplink berada di kisaran harfa $3.609 per koin.

Pihak manajemen yang dipimpin oleh CEO Joseph Chalom tetap optimistis bahwa pasar kripto sedang berada di fase awal “Crypto Spring”.

Sinyal positif ini diperkuat oleh rencana masuknya saham Sharplink ke dalam indeks pasar modal bergengsi Russell 2000 dan Russell 3000, yang diprediksi bakal memperluas basis pemegang saham institusi konvensional serta mengalirkan modal yang jauh lebih masif ke ekosistem mereka.