Binance Charity, cabang filantropi dari ekosistem Binance, kembali menunjukkan aksi nyata dalam pemanfaatan teknologi blockchain untuk kemanusiaan. Menanggapi bencana banjir bandang dan tanah longsor parah yang melanda wilayah Sumatra sejak akhir November 2025 lalu, Binance resmi mengumumkan paket bantuan darurat.
Total bantuan yang dikucurkan mencapai USD 245.000 (sekitar Rp 4 Miliar). Dana ini akan dibagi menjadi dua saluran utama untuk memastikan bantuan logistik segera tiba dan bantuan finansial langsung diterima oleh korban.
Baca Juga: Siap Jadi Super App! Fitur Trading Saham Coinbase Bakal Tantang Robinhood
Berikut adalah rincian mekanisme penyaluran bantuannya:
1. Kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI)
Sebagian besar dana, yakni sebesar USD 170.000, dialokasikan langsung kepada Palang Merah Indonesia (PMI).
- Tujuan: Dana ini akan digunakan oleh PMI untuk pengadaan dan distribusi kebutuhan pokok mendesak bagi keluarga yang mengungsi.
- Fokus: Makanan, air bersih, perlengkapan medis, dan kebutuhan dasar lainnya di area pengungsian.
2. Airdrop Kripto Langsung ke Pengguna (USD 75.000)
Binance juga menyalurkan bantuan tunai langsung (Direct Cash Assistance) senilai USD 75.000 dalam bentuk koin BNB kepada pengguna Binance yang berdomisili di wilayah terdampak paling parah.
Ini adalah bukti efisiensi crypto philanthropy, di mana bantuan bisa sampai ke tangan korban tanpa perantara, cepat, dan transparan.
Syarat & Jadwal Penerimaan Airdrop (Penting!)
Bagi Anda pengguna Binance di wilayah Sumatra, perhatikan detail berikut untuk mengecek kelayakan Anda menerima bantuan:
- Wilayah Target: Pengguna yang teridentifikasi tinggal di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Syarat Utama: Pengguna harus sudah menyelesaikan verifikasi identitas (KYC) dan menyertakan Bukti Alamat (Proof of Address / POA) sebelum tanggal 3 Desember 2025.
- Besaran Bantuan: Setiap pengguna yang memenuhi syarat (Eligible) akan menerima voucher token BNB senilai USD 80 (sekitar Rp 1,2 Juta).
- Waktu Distribusi: Dana akan dikirimkan langsung ke Spot Wallet pengguna paling lambat tanggal 23 Desember 2025.
Catatan: Tidak ada formulir pendaftaran atau klaim manual. Jika data alamat Anda sesuai dengan wilayah bencana dan terverifikasi sebelum tanggal 3 Desember, bantuan akan masuk secara otomatis.
3. Komitmen Jangka Panjang
SB Seker, Kepala Binance wilayah APAC, menyampaikan rasa duka mendalam bagi komunitas yang terdampak.
“Fokus kami adalah memberikan bantuan yang cepat, transparan, dan tepat sasaran. Melalui kemitraan dengan PMI dan teknologi transfer langsung Binance, kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya.
Langkah ini menambah daftar panjang aksi cepat tanggap Binance Charity yang sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan untuk gempa di Turki, banjir di Vietnam, dan bencana lainnya di seluruh dunia menggunakan transparansi blockchain.

Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.





