Dunia korporasi kripto kembali diramaikan oleh transaksi yang memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan tata kelola perusahaan. Hubungan bisnis antara Tether Northern Data kini menjadi sorotan tajam setelah perusahaan infrastruktur data asal Jerman tersebut dilaporkan menjual divisi penambangan (mining) aset kripto mereka.
Yang membuat transaksi ini kontroversial bukanlah nominal penjualannya, melainkan siapa pembelinya. Laporan investigasi mengungkapkan bahwa aset tersebut dijual kepada perusahaan-perusahaan yang justru dimiliki dan dikendalikan oleh para eksekutif Tether sendiri. Langkah ini memicu perdebatan mengenai potensi konflik kepentingan dalam lingkaran dalam raksasa stablecoin tersebut.
Divestasi Puncak: Fokus Beralih ke AI?
Northern Data secara resmi melepas unit bisnis penambangan kripto mereka yang dikenal sebagai Peak Mining. Langkah ini dinarasikan oleh manajemen sebagai upaya strategis untuk merampingkan fokus perusahaan. Northern Data ingin beralih sepenuhnya menjadi penyedia layanan komputasi kinerja tinggi (High-Performance Computing) untuk melayani lonjakan permintaan di sektor Kecerdasan Buatan (AI).
Baca Juga: Lebih Cepat dari Internet! Tokenisasi Aset Keuangan Siap Guncang Sistem Ekonomi Global
Namun, detail di balik layar transaksi ini cukup rumit. Melansir laporan dari Cointelegraph, skandal Tether Northern Data ini melibatkan entitas yang terafiliasi langsung dengan manajemen puncak Tether. Hal ini menjadi sensitif mengingat Tether adalah pemegang saham utama di Northern Data itu sendiri, menciptakan siklus kepemilikan dan transaksi yang berputar di lingkaran yang sama.
Sorotan Investigasi: Valuasi dan Transparansi
Transaksi “jeruk makan jeruk” ini segera memicu kekhawatiran mengenai Good Corporate Governance. Investor mempertanyakan kewajaran valuasi harga jual tersebut: Apakah aset dijual dengan harga pasar, atau ada kesepakatan khusus?
Mengutip analisis mendalam dari Bitget, media investigasi yang kerap membedah struktur korporasi Tether, langkah para eksekutif Tether yang menggunakan entitas terpisah untuk mengakuisisi bisnis mining ini mempertegas pola operasi mereka yang tertutup. Protos menyoroti bahwa transaksi pihak berelasi (related-party transactions) dalam kasus Tether Northern Data ini berpotensi merugikan pemegang saham minoritas jika tidak dilakukan secara transparan.
Tether Semakin “Gemuk” di Industri Mining
Bagi Tether, langkah para eksekutifnya ini mempertegas ambisi mereka untuk mendominasi sektor penambangan Bitcoin global. Selain menerbitkan USDT, Tether kini semakin agresif berekspansi ke infrastruktur fisik, energi terbarukan, dan kini penguasaan langsung atas fasilitas penambangan skala besar.
Bagi investor Northern Data, divestasi ini mungkin memberikan dana segar untuk mengejar hype AI. Namun bagi pengamat industri, saga Tether Northern Data ini adalah satu lagi contoh betapa terpusatnya kekuasaan dan arus uang di tangan segelintir elit industri kripto.

Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.





