Revolut Merilis Stablecoin Euro (EURR) di Pasar Eropa, Siap Geser USDT?

Lanskap stablecoin global yang selama ini didominasi oleh dolar AS kini kedatangan penantang baru. Perusahaan fintech dan neobank global asal Inggris, Revolut, resmi mengambil langkah ekspansif dengan meluncurkan stablecoin perdana yang dipatok ke mata uang Euro bernama EURR.

Peluncuran ini menjadi sinyal kuat konvergensi antara sistem pembayaran tradisional dan ekosistem aset on-chain di Eropa.

Peluncuran Bertahap di Tiga Negara Eropa

Sebagai langkah pertamanya untuk menguji pasar dan performa teknis, Revolut tidak langsung membuka akses secara global, namun dilakukan menggunakan pendekatan bertahap (phased rollout).

Untuk saat ini, stablecoin EURR baru tersedia bagi nasabah ritel terpilih di tiga negara, yaitu Denmark, Polandia, dan Portugal.

Manajemen Revolut memproyeksikan bahwa ketersediaan stablecoin akan di perluas ke seluruh yurisdiksi Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) pada akhir tahun 2026, bergantung pada kesiapan operasional dan umpan balik regulasi.

Baca Juga: BitGo Meraih Lisensi VASP Korea Selatan

Mematuhi Regulasi MiCA dan Kemitraan dengan Stripe

Lahirnya stablecoin EURR bukan sekadar inovasi produk, melainkan langkah strategis Revolut dalam merespons kerangka hukum kripto di Uni Eropa.

Stablecoin ini diterbitkan Bridge Building S.A. entitas penyedia infrastruktur stablecoin yang berada di bawah payung raksasa pembayaran, Stripe. guna memastikan bahwa EURR dirancang untuk sepenuhnya mematuhi regulasi ketat Markets in Crypto-Assets (MiCA).

Peluncuran stablecoin ini memiliki korelasi langsung dengan kebijakan Revolut bersiap menarik dukungan untuk USDT dari milik Tether untuk pengguna di wilayah Eropa.

Dengan kehadiran EURR yang patuh regulasi, pengguna Revolut kini memiliki opsi on-chain berdenominasi Euro, bebas dari kerumitan konversi mata uang, dan terintegrasi dengan jaringan blockchain maupun dompet eksternal.