Setelah lama bermigrasi dan mendominasi berbagai blockchain, stablecoin terbesar di dunia akhirnya memutuskan untuk integrasi ulang. Tether (USDT) bersiap kembali beroperasi di atas jaringan Bitcoin pada bulan ini, membawa angin segar dan utilitas nyata bagi para loyalis dan maksimalis Bitcoin.
Sinyal kuat kembalinya USDT pertama kali digaungkan oleh sang CEO, Paolo Ardoino, yang pekan lalu mencuitkan pesan “USDT on Bitcoin. It’s coming home” di platform X.
Iinisiatif ambisius kembalinya stablecoin bernilai puluhan miliar dolar ini dimotori oleh proyek infrastruktur bernama Utexo. Menuver yang akan mengubah peta persaingan keuangan terdesentralisasi yang kini mulai berakar langsung di jaringan Bitcoin.
Membuka Utilitas Baru: Privasi, Swap, dan Lending
Hadirnya kembali USDT di jaringan Bitcoin bukan sekadar ajang nostalgia masa lalu, melainkan membawa utilitas teknis yang krusial. Utexo, selaku pengembang di balik integrasi ini, menyoroti tiga use case utama yang akan langsung bisa dinikmati para pengguna jaringan Bitcoin.
Pertama, pengguna akan dapat melakukan transfer USDT secara lebih privat. Kedua, teknologi ini memungkinkan pertukaran langsung antara native BTC dan USDT tanpa melalui bursa. Ketiga, membuka gerbang ekosistem lending di mana pengguna dapat menjaminkan Bitcoin mereka tanpa harus wrapping menjadi wBTC.
Misi paling utamanya adalah untuk memastikan USDT dapat diakses sama mudahnya di atas jaringan Bitcoin layaknya di berbagai blockchain lainnya di industri kripto.
Baca Juga: CoinMarketCap Resmi Akuisisi CoinGlass, Ekspansi Besar ke Pasar Derivatif
Korelasi Strategis Tether dengan Bitcoin
Secara historis, Tether bukanlah entitas yang asing dengan Bitcoin. Pada masa-masa awal debutnya, USDT dilahirkan di atas lapisan Omni Layer, sebuah protokol warisan yang berjalan tegak di atas blockchain Bitcoin.
Namun seiring dengan isu skalabilitas dan mahalnya biaya, Tether mulai berekspansi ke jaringan lain yang lebih cepat.
Meski demikian, komitmen finansial Tether terhadap ekosistem Bitcoin terjaga secara konsisten, Tether tercatat memiliki perbendaharaan sekitar 100.000 keping BTC.
Kembalinya likuiditas masif USDT ke ekosistem asalnya tidak hanya mengoptimalkan visi utilitas stablecoin, tetapi juga menandai fase baru kesiapan jaringan Bitcoin dalam memfasilitasi arus modal dolar institusional secara native.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





