Data Pasar dari Hyperliquid Resmi Masuk Bloomberg Terminal

Kabar menggembirakan datang dari bursa perpetual kripto terkemuka, Hyperliquid. Data untuk perpetual contract di Hyperliquid kini secara resmi terintegrasi ke dalam platform penyedia data finansial paling prestisius di dunia: Bloomberg Terminal.

Langkah strategis ini menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem Web3. Kehadiran data pasar dari platform decentralized perpetual exchange (DEX) sekelas Hyperliquid di Bloomberg membuktikan bahwa likuiditas serta transparansi DeFi kini diakui setara dengan bursa tradisional.

Menghapus Batas Waktu Pasar Komoditas

Keuntungan dari integrasi ini adalah terbukanya akses tanpa batas waktu, Selama ini, pasar komoditas konvensional seperti emas dan perak terikat jam operasional bursa tradisional yang tutup di akhir pekan atau hari libur.

Akibatnya, para trader institusi sering kali kehilangan momentum harga yang terjadi di luar jam kerja.

Bloomberg kini dapat memanfaatkan feed data secara real time dan berkecepatan tinggi dari smart contract Hyperliquid. Mereka bisa melacak pergerakan aset sintetis dan token komoditas kapan saja, memberi keunggulan absolut dalam mengantisipasi pembukaan pasar.

Baca Juga: Korea Selatan Siap Tokenisasi Saham di 2027

Bukti Validasi Institusi terhadap Ekosistem HYPE

Masuknya feed harga Hyperliquid ke dalam Bloomberg bukan sekadar ketersediaan data, tetapi juga tentang validasi kualitas infrastruktur L1 yang dibangunnya.

Dengan arsitektur yang dikembangkan secara khusus untuk mengeksekusi pesanan super cepat seperti bursa centralized, Hyperliquid berhasil menarik perhatian smart money dan para pemain besar (institusi).

Ke depannya, integrasi ini diproyeksi akan membuka keran likuiditas bagi ekosistem DeFi. Saat institusional TradFi memantau data komoditas dan derivatif kripto melalui terminal andalan mereka, jarak antara aset tradisional dan Web3 (termasuk potensi adopsi Real World Assets/RWA) akan semakin tidak kasatmata.