Akhirnya Jebol Juga! MetaMask Resmi Dukung Bitcoin “Native”, Siap Tantang Phantom dan OKX

Era di mana MetaMask hanya dikenal sebagai “dompetnya Ethereum” resmi berakhir. Tembok eksklusivitas EVM (Ethereum Virtual Machine) yang selama ini berdiri kokoh akhirnya runtuh.

Kabar ini sekaligus menjawab kebingungan jutaan pengguna yang selama ini mencari cara simpan Bitcoin di MetaMask tanpa harus melalui proses wrapping yang rumit dan berisiko.

Melansir laporan terbaru dari Cointelegraph, MetaMask secara resmi meluncurkan dukungan penuh untuk Bitcoin (BTC). Ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan transformasi fundamental yang memungkinkan pengguna mengakses jaringan Bitcoin Mainnet langsung tanpa perantara.

Baca Juga: Langkah Strategis: Alasan PayPal Ajukan Izin Bank dan Tinggalkan WebBank

Mari kita bedah detail pembaruan ini dan mengapa ini menjadi mimpi buruk bagi kompetitornya.

1. Selamat Tinggal “Wrapped Bitcoin” (wBTC)

Pembaruan ini secara fundamental mengubah cara simpan Bitcoin di MetaMask yang selama ini kita kenal.

Selama bertahun-tahun, jika Anda ingin melihat saldo “Emas Digital” di dalam dompet rubah ini, Anda terpaksa menukarnya menjadi Wrapped Bitcoin (wBTC). Metode lama ini sangat tidak efisien karena memakan biaya gas (gas fee) Ethereum yang mahal dan menambah risiko perantara (bridge risk).

Kini, hambatan itu hilang. Anda bisa mengirim dan menerima BTC asli layaknya menggunakan dompet khusus seperti Electrum, langsung dari antarmuka utama MetaMask.

2. Ekspansi Besar-besaran: Bukan Cuma Bitcoin

Ternyata, langkah ini adalah bagian dari strategi “Multi-Chain” yang lebih luas.

Mengutip laporan dari Decrypt, integrasi Bitcoin ini berjalan beriringan dengan ekspansi MetaMask ke jaringan Solana.

  • Sebelumnya, pengguna harus menginstal dompet terpisah (seperti Phantom) untuk Solana dan dompet lain untuk Bitcoin.
  • Dengan pembaruan ini, MetaMask berambisi menjadi “Satu Aplikasi untuk Semua”. Pengguna bisa mengelola aset Ethereum, Bitcoin, dan Solana dalam satu dasbor tanpa perlu berpindah aplikasi.

3. Merespons “Perang Dompet” (Wallet Wars)

Kenapa MetaMask baru melakukannya sekarang? Jawabannya: Kompetisi.

Analisis dari The Block menyoroti bahwa MetaMask mulai merasakan panasnya persaingan. Kompetitor seperti Phantom dan OKX Wallet telah lebih dulu mencuri pangsa pasar dengan menawarkan fitur multi-chain yang mulus sejak lama.

Jika MetaMask tidak beradaptasi, mereka berisiko ditinggalkan oleh pengguna ritel yang menuntut kepraktisan. Langkah ini adalah upaya defensif sekaligus ofensif untuk merebut kembali tahta “Raja Dompet Web3”.

Kini, cara simpan Bitcoin di MetaMask menjadi semudah menyimpan Ethereum. Dengan menyatukan tiga raksasa (BTC, ETH, SOL) di bawah satu atap, hambatan teknis runtuh. Ini berpotensi memicu gelombang adopsi baru, di mana pengguna DeFi bisa dengan mudah mulai berinvestasi di Bitcoin tanpa rasa takut salah jaringan.