AS & Inggris Bersatu! Babak Baru Perkembangan Regulasi Aset Kripto Global

Kawan, ada pepatah lama dalam politik internasional: “The Special Relationship” (Hubungan Istimewa) antara Amerika Serikat dan Inggris selalu menjadi penentu arah kebijakan dunia.

Saat ini, mata para investor sedang tertuju pada perkembangan regulasi aset kripto global yang bergerak sangat dinamis. Kabar baiknya, hubungan istimewa AS-Inggris kini merambah ke dunia aset digital untuk menciptakan standar baru.

Melansir laporan dari Cointelegraph, dua asosiasi perdagangan kripto terbesar dari kedua sisi Atlantik, CryptoUK (Inggris) dan The Digital Chamber (Amerika Serikat), baru saja mengumumkan kemitraan strategis. Tujuannya? Satu suara, satu visi, dan harmonisasi aturan main bagi industri.

Mari kita bedah kenapa “jabat tangan” ini sangat krusial di akhir tahun 2025 ini.

Baca Juga: Jam Trading Bursa Saham Amerika 24 Jam, Solusi Gap ETF Bitcoin?

Misi Utama: Hapus Kebingungan Regulasi

Bayangkan kamu adalah founder startup kripto. Kamu sudah patuh aturan di London, tapi begitu mau ekspansi ke New York, aturannya beda total dan kamu harus mulai dari nol lagi. Pusing, kan?

Inilah masalah yang ingin dipecahkan oleh kolaborasi ini. CryptoUK kini resmi bergabung sebagai mitra strategis di The Digital Chamber. Fokus utama mereka adalah berbagi pengetahuan kebijakan dan melobi pemerintah masing-masing agar aturan yang dibuat selaras (aligned).

Perianne Boring, Pendiri The Digital Chamber, menyebut langkah ini sebagai upaya untuk “melindungi inovasi”. Mereka tidak ingin regulasi yang kaku di satu negara membunuh potensi teknologi blockchain yang bersifat global.

Konteks AS: Efek “Trump Trade” dan EO Januari 2025

Momen kerja sama ini tidak terjadi di ruang hampa. AS saat ini sedang “ngebut” meninggalkan negara lain.

Seperti yang dilaporkan oleh Holland & Knight, Presiden Donald Trump pada Januari 2025 lalu telah menandatangani Perintah Eksekutif (EO) berjudul “Strengthening American Leadership in Digital Financial Technology”.

Langkah agresif Washington ini menjadi katalis utama dalam peta perkembangan regulasi aset kripto global tahun ini. EO ini mengubah arah kebijakan AS 180 derajat: dari memusuhi menjadi merangkul, termasuk mencabut aturan era Biden yang ketat dan mendorong deregulasi perbankan untuk memegang aset kripto.

Konteks Inggris: Mengejar Ketertinggalan dengan UU Baru

Inggris, yang sebelumnya merasa memimpin, kini panik melihat AS melesat cepat. Tak mau kalah, Inggris baru saja mengesahkan undang-undang monumental.

Mengutip laporan pelacak regulasi dari Latham & Watkins, Parlemen Inggris pada 2 Desember 2025 resmi memberlakukan “Property (Digital Assets etc) Act 2025”.

UU ini secara hukum mengakui aset kripto (termasuk NFT dan koin digital) sebagai properti pribadi. Ini memberikan kepastian hukum tertinggi bagi pemilik aset jika terjadi sengketa atau kebangkrutan bursa. Dengan bermitra erat dengan lobi AS, Inggris memastikan standar properti baru mereka ini bisa “nyambung” dengan standar keuangan Wall Street.

Melihat arah positif dari perkembangan regulasi aset kripto global pasca aliansi ini, masa depan industri tampaknya makin cerah. Di tengah ketidakpastian ekonomi, memiliki dua “kakak tertua” (AS & Inggris) yang satu suara adalah benteng pertahanan terbaik melawan regulasi yang mematikan inovasi.