Bursa kripto asal Brasil, Mercado Bitcoin, resmi mengonfirmasi terjadinya peretasan yang mengakibatkan hilangnya aset kripto senilai $46 juta dari dompet perusahaan pada awal pekan ini.
Pihak bursa langsung menghentikan seluruh layanan deposit dan penarikan darurat guna memitigasi kerugian lebih lanjut, dan juga merilis pernyataan yang meyakinkan para pengguna bahwa dana serta data privasi pelanggan tetap dalam kondisi aman dan tidak terdampak kebocoran.
Modus Operasi: Eksploitasi Alamat Deposit Pelanggan
Firma keamanan cyber yang meneliti kasus ini mengungkap bahwa peretasan tidak menggunakan metode eksploitasi kode smart contract yang rumit, melainkan murni dieksekusi melalui transfer standar.
Dickson Wu, Insinyur Keamanan Cyber di CertiK, memaparkan bahwa pelaku peretas awalnya mengeksploitasi 8 jaringan skala kecil termasuk Optimism, Arbitrum, Cronos dan Base selama 4 jam. Serangan kemudian bergeser menargetkan hot wallet bursa dan menguras pecahan kecil Ethereum (ETH) dari 27.160 alamat yang berbeda.
Meski pihak bursa telah melakukan suspensi aktivitas penarikan, dana terus mengalir keluar dari alamat-alamat yang dibobol selama beberapa jam setelahnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa peretas memiliki kapabilitas untuk memindahkan aset secara langsung dari alamat deposit milik pelanggan.
Baca Juga: Trezor Perpanjang Passphrase Menjadi 128 Karakter
Intervensi Penerbit Stablecoin dan Konteks Pasar
Sebagai langkah penanggulangan, penerbit stablecoin global, Tether dan Circle, telah berhasil membekukan sekitar $6,2 juta dari total aset yang dicuri. Namun, aset senilai sekitar $20 juta telah dipindahkan ke sejumlah dompet baru, sementara sisa $20 juta, termasuk 106 Bitcoin tertahan di alamat berafiliasi yang telah dilacak sistem Mercado Bitcoin.
Ironisnya, pembobolan terhadap platform yang melayani 4,5 juta pengguna ini terjadi beberapa bulan setelah Tether menyuntikkan dana investasi $20 juta guna melakukan ekspansi bisnis.
Insiden ini kian memperburuk sentimen keamanan Web3 di kancah global, mengingat serangan ini terjadi selang beberapa hari pasca peretasan fantastis senilai $6,3 miliar yang menghantam hot wallet bursa Binance.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.










