Kabar mengkhawatirkan kembali datang bagi para pemilik dompet perangkat keras (hardware wallet). Produsen dompet kripto, Keystone, mengonfirmasi adanya insiden pelanggaran keamanan pada situs website mereka yang menyebabkan data pribadi para pelanggan bocor ke tangan pihak ketiga tanpa izin.
Sebagaimana dalam laporan, pada 20 oktober Keystone mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan pada sistem sebelum akhirnya mengonfirmasi adanya eksploitasi celah API yang terhubung dengan platform e-commerce Shopify.
Akibat insiden ini, pihak peretas berhasil mengakses data sensitif pelanggan Keystone, mencakup nama lengkap, nomor kontak, detail pesanan, hingga alamat pengiriman.
Bahaya Phishing Tertarget hingga Risiko Kekerasan
Kebocoran informasi pemesanan hardware wallet tergolong insiden yang sangat kritis di industri kripto. Pasalnya, data tersebut secara tidak langsung memetakan identitas dan alamat rumah orang yang menyimpan aset kripto dalam jumlah signifikan.
Keystone sendiri telah mengingatkan para pengguna akan lonjakan potensi serangan phishing yang ditarget. Namun, peneliti keamanan, Taylor Monahan, memperingatkan risiko yang jauh lebih berbahaya: ancaman penculikan dan kekerasan fisik.
Baca Juga: Transformasi iPhone Menjadi Wallet Kripto
Komitmen Penghapusan Data 180 Hari Dipertanyakan Pengguna
Insiden ini memicu gelombang kritik tajam dari komunitas Web3. Keystone pada tahun 2023 yang merilis kebijakan pemangkasan masa penyimpanan data pelanggan (data retention) menjadi maksimal 180 hari guna meminimalisasi risiko kebocoran.
Namun kenyataannya, pengguna melalui platform X pribadi melaporkan bahwa tetap menerima email notifikasi kebocoran data meskipun melakukan pembelian perangkat Keystone dua tahun lalu.
Fakta ini menimbulkan kecurigaan bahwa perusahaan belum sepenuhnya menghapus riwayat pesanan pelanggan sesuai komitmen. Bahkan, salah satu pengguna mengaku sudah mulai dihubungi scammer yang mengaku sebagai aparat penegak hukum yang memanfaatkan data bocor tersebut.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.










