Momentum bullish kembali menyelimuti pasar aset digital global setelah periode konsolidasi yang cukup panjang. Bitcoin (BTC), mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dengan berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis $61.000 per koin.
Kebangkitan harga ini dipicu oleh rilis data makroekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan inflasi.
Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran para pelaku pasar dan kembali membakar selera risiko (risk-on appetite) investor terhadap instrumen aset spekulatif.
Data Inflasi Meredam, Sentimen Pasar Berubah Agresif
Sebelum reli ini terjadi, pergerakan Bitcoin sempat tertahan akibat kecemasan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama demi menekan laju inflasi.
Namun, sentimen tersebut tiba-tiba berbalik arah 180 derajat begitu indikator ekonomi makro menunjukkan adanya pelunakan tekanan harga.
Pergerakan Bitcoin melesat di atas $61.000 seiring meredanya kecemasan inflasi, yang juga dipicu oleh aksi beli masif yang terjadi di pasar spot dan derivatif.
Para trader memanfaatkan momentum meredanya inflasi ini sebagai sinyal bahwa tekanan pengetatan moneter global mulai melonggar, memicu gelombang likuiditas baru masuk ke pasar kripto.
Baca Juga: BNY Perluas Layanan Kelas Institusi untuk Stablecoin, Gandeng Circle
Rebound Likuiditas dan Target Teknis Bitcoin Selanjutnya
Keberhasilan Bitcoin melewati resistensi kuat di angka $60.000 dinilai para analis sebagai validasi struktural yang sangat penting.
Perubahan dinamika makroekonomi ini tidak hanya menguntungkan Bitcoin saja, tetapi juga mengerek performa sejumlah aset kripto utama (altcoins) lainnya ikut menghijau.
Bertahannya Bitcoin di atas level $61.000 membuka peluang terjadinya reli lanjutan menuju target resistensi berikutnya di kisaran $63.500 hingga $65.000.
Kendati demikian, pelaku pasar disarankan untuk memantau volume perdagangan serta rilis data ketenagakerjaan AS mendatang untuk mengantisipasi volatilitas jangka pendek yang biasa terjadi pasca-lonjakan besar.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





