Di saat para investor ritel dan pemegang lama (long-time holders) mulai merasa cemas melihat grafik harga, narasi yang sangat berbeda datang dari kalangan institusi raksasa. Hunter Horsley, CEO Bitwise, mengungkapkan bahwa penurunan harga Bitcoin justru disambut dengan antusiasme tinggi oleh investor institusional.
Bagi institusi, penurunan ini bukan sinyal bahaya, melainkan sebuah kesempatan emas (new crack at the apple) untuk masuk ke pasar di harga yang sebelumnya mereka pikir sudah lewat.
Diskon Besar Bagi Smart Money
Dalam wawancara terbarunya, Horsley menjelaskan adanya perbedaan psikologis yang mencolok di pasar. Pemegang lama mungkin merasa tidak yakin, tapi bagi kelompok investor baru khususnya institusi ini adalah momen emas.
Horsley menegaskan bahwa banyak institusi merasa harga Bitcoin saat ini adalah entry point yang menarik, level yang sebelumnya mereka kira tidak akan pernah terlihat lagi setelah reli panjang sebelumnya.
Buktinya nyata. Meskipun pasar bergejolak, Bitwise mencatat arus masuk (inflows) masif dana institusional. Horsley mengonfirmasi bahwa perusahaannya mencatatkan aliran dana masuk lebih dari $100 Juta.
Baca Juga: Metaplanet Tetap Konsisten Akumulasi Bitcoin Meski Kondisi Pasar Tidak Menentu
Bukan Cuma Kripto, Ini Masalah Makro
Horsley menyoroti bahwa harga Bitcoin “terseret” oleh sentimen makroekonomi global yang lebih luas, di mana investor menjual segala aset likuid, termasuk Emas dan Perak yang juga mengalami koreksi tajam dari ATH-nya.
Namun, data menunjukkan minat beli institusi tidak surut. Selain Bitwise, ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) mencatat arus masuk sebesar $231 Juta, menandakan bahwa smart money sedang melakukan akumulasi saat harga diskon.
Fenomena ini menegaskan bahwa fundamental Bitcoin tetap kuat di mata investor besar. Volatilitas jangka pendek dianggap sebagai gangguan sementara, bukan kerusakan struktural pada tesis investasi jangka panjang Bitcoin.
Apa Artinya Bagi Investor Ritel?
Pernyataan CEO Bitwise ini menjadi reality check bagi investor ritel untuk tidak terburu-buru panik menjual aset (panic selling) ketika pasar sedang terkoreksi. Institusi ustru sedang sibuk mengakumulasi.
Institusi memanfaatkan penurunan harga Bitcoin untuk memperbesar asetnya, mungkin ini saatnya bagi investor ritel untuk meninjau ulang strategi investasinya dengan kacamata jangka panjang, alih-alih terjebak dalam ketakutan sesaat.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





