Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam nonstop, tujuh hari seminggu, tanpa pernah benar-benar “tutup”.
Namun, justru karena selalu buka inilah banyak trader pemula bertanya-tanya kapan sebenarnya jam trading crypto terbaik untuk bertransaksi, mengingat tidak semua jam memiliki karakteristik volume dan volatilitas yang sama.
Artikel ini akan membahas secara detail konsep sesi pasar global, kapan volatilitas biasanya paling tinggi, hingga data penting yang perlu Anda pahami sebelum menentukan strategi waktu trading Anda sendiri.
Meski pasar kripto tidak memiliki jam operasional resmi seperti bursa saham, aktivitas trading tetap mengikuti pola jam aktif trader dari berbagai belahan dunia, khususnya kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.
Sebab utamanya sederhana: mayoritas volume trading tetap digerakkan oleh manusia dan institusi yang beraktivitas sesuai zona waktu mereka masing-masing, meski bot trading otomatis ikut berperan mengisi celah waktu yang lebih sepi.
Karena itulah, pergerakan harga cenderung meningkat signifikan saat terjadi pergantian sesi, atau ketika dua sesi besar aktif secara bersamaan.
Konsep jam trading crypto terbaik sebenarnya diadaptasi dari pola sesi trading pasar forex, yang terbagi ke dalam empat sesi utama berdasarkan zona waktu pusat keuangan dunia:
Salah satu kunci memahami jam trading crypto terbaik adalah mengenali momen overlap, yaitu ketika dua sesi besar aktif secara bersamaan.
Overlap antara sesi London dan New York, yang jatuh sekitar pukul 19.00–22.00 WIB, umumnya dianggap sebagai periode dengan likuiditas dan volatilitas tertinggi sepanjang hari, karena volume trading dari kedua kawasan bertemu di waktu yang sama.
Trader yang menerapkan strategi jangka pendek seperti scalping atau day trading biasanya lebih memilih memanfaatkan momen overlap semacam ini, sementara trader dengan pendekatan swing trading cenderung lebih nyaman pada sesi yang lebih stabil seperti sesi Asia.
Perlu Anda ketahui, aktivitas trading di akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, cenderung lebih sepi dari sisi partisipasi institusi.
Namun, ini tidak selalu berarti pasar menjadi lebih tenang. Justru sebaliknya, volume yang lebih rendah di akhir pekan bisa menyebabkan reaksi harga yang tidak proporsional terhadap sentimen berita tertentu, sehingga pergerakan harga kadang menjadi lebih tidak terduga dibanding hari kerja biasa.
Penting dipahami bahwa jam trading crypto terbaik bukan semata soal jam dengan volume tertinggi, melainkan juga soal menyesuaikannya dengan gaya dan kapasitas Anda sebagai trader.
Menurut ulasan dari ICDX mengenai strategi mengatur waktu trading kripto, mengikuti sesi-sesi trading pusat keuangan dunia bisa memberi peluang lebih baik, terutama bagi day trader, karena volume dan volatilitas yang lebih tinggi pada jam-jam tertentu cenderung memudahkan proses menemukan harga yang wajar untuk bertransaksi.
Sebagai gambaran lebih lengkap mengenai karakteristik masing-masing sesi trading kripto, Anda juga bisa membaca ulasan dari Floq mengenai jam terbaik trading kripto berdasarkan aktivitas pasar global, yang membahas lebih rinci perbedaan karakteristik sesi Asia, Eropa, dan Amerika bagi berbagai gaya trading.
Sebagian besar volume trading di jam-jam sibuk ini didominasi oleh aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum, yang menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.
Jika Anda masih baru mengenal aset kripto pertama dan paling likuid ini, Anda bisa mempelajari lebih lanjut lewat artikel kami tentang apa itu Bitcoin sebagai fondasi sebelum memahami pola pergerakan harganya lebih jauh.
Untuk membantu Anda menyusun kebiasaan trading yang lebih terarah, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dipertimbangkan:
Sepenting apa pun memahami jam trading crypto terbaik, penting bagi Anda untuk tidak menganggapnya sebagai jaminan profit.
Data dari Bank for International Settlements (BIS) bahkan menunjukkan sekitar 73-81 persen investor ritel Bitcoin mengalami kerugian, terlepas dari kapan mereka melakukan transaksi.
Volatilitas tinggi yang menciptakan peluang di jam-jam ramai juga sama besarnya menciptakan risiko kerugian cepat, terutama bagi trader yang belum memiliki manajemen risiko yang matang. Timing yang tepat hanyalah satu dari banyak faktor, bukan satu-satunya penentu keberhasilan trading Anda.
Pada akhirnya, memahami jam trading crypto terbaik membantu Anda menyusun strategi yang lebih terarah, entah itu memanfaatkan momen overlap London-New York yang volatil, atau memilih sesi Asia yang lebih stabil sesuai gaya trading Anda.
Namun, timing hanyalah salah satu variabel dari keseluruhan strategi trading yang sehat.
Kombinasikan pemahaman jam trading dengan manajemen risiko yang disiplin, riset fundamental yang memadai, serta kesiapan mental menghadapi volatilitas, agar keputusan trading Anda tidak semata bergantung pada faktor waktu semata.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…
Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…
Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
This website uses cookies.