Drama akuisisi Juventus oleh raksasa kripto akhirnya mencapai klimaks yang antiklimaks. Setelah rumor panas beredar, Exor (perusahaan induk keluarga Agnelli) memberikan jawaban tegas terhadap pinangan “Uang Baru” dari Tether: TIDAK.
Publik dan investor kini bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan Exor tolak Tether? Padahal, tawaran tersebut membawa janji dana segar yang sangat dibutuhkan klub.
Melansir laporan resmi yang dirilis oleh Nasdaq, Dewan Direksi Exor secara bulat menolak tawaran akuisisi tersebut, menegaskan bahwa mereka belum siap melepas warisan sejarah keluarga ke tangan perusahaan aset digital.
Mari kita bedah detail penolakan ini dan realita finansial pahit yang sedang dihadapi Si Nyonya Tua.
Baca Juga: Penjualan Token WLFI Meledak Pasca Investasi Justin Sun di World Liberty Financial
Ternyata, Tether tidak main-main. Tawaran yang diajukan benar-benar bernilai fantastis dan sangat menggoda bagi perusahaan yang sedang merugi.
Menurut bocoran yang beredar, Tether mengajukan proposal all-cash (tunai keras) untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas. Namun, Exor memilih untuk mempertahankan kendali. Keputusan ini konsisten dengan sikap mereka sebelumnya.
Seperti yang dilaporkan secara mendalam oleh Channel News Asia, sumber terdekat Exor telah berulang kali menegaskan bahwa “Juventus tidak untuk dijual”. Penolakan terhadap Tether ini adalah bukti nyata bahwa keluarga Agnelli masih memegang teguh prinsip tersebut, meskipun tawaran yang datang membawa janji pelunasan utang instan.
Keputusan ini terbilang berani (atau nekat?), mengingat kondisi dompet Juventus sedang sangat tipis.
Fakta di lapangan menunjukkan klub sedang dalam kondisi kritis. Mengutip data finansial terbaru dari Flashscore, Juventus baru saja mencatatkan kerugian bersih sebesar €199,2 Juta (sekitar Rp3,4 Triliun) untuk tahun fiskal 2023-2024.
Kerugian masif ini disebabkan oleh:
Jika klub sedang butuh uang, kenapa menolak “jalan pintas” pelunasan utang? Jika kita telisik lebih jauh, alasan Exor tolak Tether sebenarnya didasari oleh dua pilar utama:
Di satu sisi, ini positif karena menunjukkan komitmen jangka panjang pemilik lama. Namun di sisi lain, Juventus melewatkan kesempatan emas untuk melunasi utang secara instan. Tanpa uang Tether, Exor harus siap “bakar uang” lagi untuk menutup lubang defisit €200 juta tersebut.
Pasar bereaksi hati-hati. Pada akhirnya, alasan Exor tolak Tether menjadi penegas bahwa Juventus bukanlah komoditas spekulasi, melainkan institusi yang harus berjuang kembali ke jalur profitabilitas dengan kekuatan fundamentalnya sendiri.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Bursa kripto paling ikonik di industri aset digital, BitMEX, sang raksasa pelopor bursa derivatif yang…
Perusahaan manajemen aset global, 21Shares, kian memperluas jangkauan investasi kripto institusional di benua Eropa. Kali…
Peta kekuatan stablecoin di industri kripto baru saja mengalami pergeseran tektonik! Bursa kripto terbesar dunia,…
Euforia institusi kembali meledak! Di tengah reli kuat yang mendorong harga Bitcoin terbang tinggi, instrumen…
Penerbit stablecoin raksasa, Circle, meluncurkan gebrakan finansial besar yang siap mengubah peta likuiditas di pasar…
Bitcoin (BTC) kembali memamerkan dominasinya dengan melesat menembus level psikologis harga $85.000. Kenaikan harga yang…
This website uses cookies.