Mengejutkan! Perusahaan Mining Bitdeer Jual Habis Cadangan Bitcoin, Saldo Kas Kini Nol

Sebuah langkah mengejutkan diambil oleh salah satu perusahaan penambangan (mining) Bitcoin, Bitdeer. Dalam laporan terbarunya, perusahaan secara resmi mengumumkan telah melikuidasi seluruh cadangan Bitcoin (BTC) yang dimilikinya, sehingga saldo kas (treasury) Bitcoin mereka kini menyentuh angka nol.

Manuver ini memicu tanda tanya di kalangan investor, mengingat perusahaan mining biasanya tetap mempertahankan sebagian cadangan aset mereka sebagai investasi jangka panjang untuk mengantisipasi apresiasi harga Bitcoin.

Likuidasi Total Ribuan Bitcoin

Bitdeer mengungkapkan bahwa kepemilikan Bitcoin mereka “tidak termasuk deposit pelanggan” telah habis tak bersisa. Bitdeer sendiri telah memproduksi 189,8 BTC dari aktivitas penambangan dan telah menjual seluruhnya.

Pengambilan keputusan ini terbilang sangat cepat, 14 Februari lalu, perusahaan yang didirikan oleh mantan co-founder Bitmain, Jihan Wu, ini masih memegang erat 943,1 BTC tersebut di brankas digital mereka.

Menjual hasil dari aktivitas penambangan adalah praktik standar industri (untuk biaya operasional). Namun, keputusan untuk mengosongkan cadangan aset secara penuh merupakan strategi ekstrem yang jarang terjadi.

Baca Juga: Whale Ethereum Baru Serok 27,722 ETH: Sinyal Kuat Bullish di Pasar Kripto?

Fokus Ekspansi dan Pivot Besar ke Teknologi AI

Di balik aksi jual masif ini, Bitdeer sedang mengumpulkan amunisi modal untuk rencana ekspansi besarnya. Bitdeer berencana menghimpun dana $300 juta melalui penawaran surat utang senior konversi, dengan opsi tambahan hingga $45 juta.

Mengutip laporan Cointelegraph, dana tersebut akan dialokasikan untuk memperluas fasilitas pusat data, mengembangkan teknologi cloud berbasis AI, serta merancang perangkat keras mining generasi terbaru.

Selain itu, menurunnya permintaan perangkat keras penambangan dari konsumen luar membuat Bitdeer kini lebih fokus memperluas operasi penambangan mandiri (self-mining) menggunakan rig mereka sendiri.

Mengikuti Tren Industri Penambangan Kripto

Langkah Bitdeer ini mencerminkan tren pergeseran besar yang sedang terjadi di sektor penambangan Bitcoin pasca-halving 2024. Margin keuntungan yang semakin ketat memaksa miner untuk memutar otak dan mencari sumber pendapatan baru di luar produksi Bitcoin murni.

Banyak perusahaan kini mengadopsi model bisnis hibrida, mengalihkan infrastruktur dan energi masif mereka ke komputasi kinerja tinggi (HPC) untuk mendukung tren Artificial Intelligence (AI).

Perusahaan mining lain seperti MARA Holdings, HIVE, Hut 8, hingga TeraWulf juga dilaporkan tengah melakukan pivot serupa, mengubah fasilitas mereka menjadi pusat data AI guna mengamankan masa depan bisnis mereka di era digital yang semakin kompetitif.