Morgan Stanley Mengajukan Lisensi untuk Layanan Kripto: Dari Kustodian Hingga Staking!

Raksasa Wall Street, Morgan Stanley, mengambil langkah agresif dalam ekspansinya di dunia aset digital. Bank investasi ini mengajukan lisensi de novo national trust bank charter kepada Office of the Comptroller of the Currency (OCC). Pengajuan bertujuan untuk mengelola dan menyimpan aset kripto (kustodian) secara legal atas nama para kliennya.

Manuver ini merupakan respons langsung terhadap tingginya minat institusional serta kelanjutan dari ritme ekspansi perusahaan di ekosistem Web3 belakangan ini.

Layanan Lengkap: Trading, Swap, dan Staking

Berdasarkan rincian rencana bisnis yang terungkap, anak perusahaan Morgan Stanley nantinya tidak hanya akan bertindak sebagai sekadar tempat penyimpanan (brankas) aset digital. Institusi ini berencana untuk menyediakan layanan keuangan kripto yang komprehensif.

Morgan Stanley akan memfasilitasi eksekusi pembelian, penjualan, pertukaran (swaps), dan transfer aset digital untuk mendukung penuh aktivitas investasi klien mereka.

Baca Juga: Efek Penurunan Harga Bitcoin, Raksasa Mining MARA Catat Kerugian $1,71 Miliar!

Lebih menariknya lagi, bank ini juga bersiap untuk memfasilitasi layanan crypto staking, sebuah fitur yang sangat diminati oleh investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dari aset kripto mereka.

Manuver raksasa perbankan semakin mengukuhkan tren adopsi institusi tradisional yang mulai serius pada sektor kripto, Hal ini sejalan dengan langkah Morgan Stanley yang bersiap memperluas eksposurnya terhadap instrumen ETF Bitcoin.

Mendorong Arus Modal Institusional

Pengajuan ini menandai lisensi trust charter pertama bagi Morgan Stanley yang memiliki fokus spesifik pada mata uang kripto. Langkah ini tercatat mengikuti jejak 14 aplikasi lisensi de novo bank charter serupa yang diajukan oleh berbagai entitas sepanjang tahun 2025 lalu.

Saat ini, sekitar 60 bank perwalian nasional yang beroperasi di bawah pengawasan OCC di AS. Jika pengajuan disetujui oleh regulator, hal ini berpotensi membuka gerbang yang jauh lebih lebar bagi masuknya arus modal institusional berskala jumbo ke dalam pasar aset digital.