Raja Kripto yang “Turun Tahta”: Mengupas Tuntas Siapa Itu CZ Binance

Di dunia aset digital, ada satu nama yang sinonim dengan kekuasaan mutlak: Changpeng Zhao, atau yang lebih akrab disapa “CZ”. Pria yang identik dengan kepala plontos dan kacamata sederhana ini pernah memegang kunci gerbang perdagangan kripto terbesar di dunia.

Namun, setelah drama hukum dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru-baru ini, banyak pendatang baru yang bingung dan bertanya-tanya: sebenarnya siapa itu CZ Binance? Apakah dia pahlawan yang mendemokratisasi keuangan, atau penjahat yang melanggar aturan global? Mari kita bedah rekam jejaknya dari nol.

Baca juga: Binance SAFU $1 Miliar Kini Sepenuhnya Berbentuk 15.000 Bitcoin!

Dari McDonald’s ke Miliarder Kripto

cz binance

CZ bukanlah anak konglomerat. Lahir di Tiongkok pada tahun 1977, ia bermigrasi ke Kanada bersama orang tuanya. Masa mudanya jauh dari kemewahan. Ia pernah bekerja membalik burger di McDonald’s dan shift malam di pom bensin untuk membantu keuangan keluarga.

Keahlian utamanya adalah coding. Sebelum masuk ke kripto, ia membangun sistem perdagangan frekuensi tinggi (high-frequency trading) untuk Bursa Efek Tokyo dan Bloomberg Tradebook.

Momen “gila”nya terjadi pada tahun 2014. Saat bermain poker dengan pendiri bursa kripto BTC China, ia mendengar tentang Bitcoin. Saking yakinnya, ia menjual apartemennya di Shanghai untuk membeli Bitcoin. Saat itu harga Bitcoin jatuh drastis, tapi CZ tetap hold. Mental baja inilah cikal bakal kesuksesannya.

Membangun Kerajaan dalam 180 Hari

Pada Juli 2017, CZ meluncurkan Binance. Strateginya sederhana tapi brilian: buat exchange yang cepat, biaya murah, dan tidak rewel soal regulasi (pada awalnya).

Hasilnya? Hanya dalam waktu 180 hari (6 bulan), Binance menjadi bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar di dunia, mengalahkan raksasa lama seperti Coinbase dan Kraken. Kecepatan eksekusi inilah yang membuat banyak orang penasaran siapa itu CZ Binance dan bagaimana ia bisa menyalip kompetitor secepat kilat.

Ia dikenal dengan gaya kepemimpinan yang agresif. Filosofinya adalah “Keep Building”. Bahkan saat pasar hancur (bear market), Binance terus merekrut ribuan karyawan saat perusahaan lain melakukan PHK massal.

Tersandung Kerikil Hukum

Namun, pepatah “semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya” berlaku di sini. Dominasi Binance membuat regulator global, terutama Amerika Serikat, gerah.

Pada akhir 2023, CZ membuat keputusan mengejutkan. Ia mengaku bersalah atas tuduhan pencucian uang dan pelanggaran sanksi AS. Ia setuju untuk mundur dari jabatan CEO Binance dan membayar denda pribadi sebesar $50 juta (sekitar Rp780 miliar), sementara perusahaannya didenda $4,3 miliar.

Kasus ini menjadi titik balik penting dalam sejarah regulasi kripto. Untuk detail lengkap mengenai kasus hukum dan pengunduran dirinya yang bersejarah, Forbes memberikan laporan mendalam tentang profil dan kasus CZ. Artikel dari media bisnis terkemuka ini merangkum kekayaan, perjalanan kasus, hingga status terkininya secara akurat.

Warisan yang Tertinggal

Meskipun kini ia tidak lagi memimpin operasional harian Binance dan sempat menjalani masa tahanan singkat, pengaruh CZ tidak hilang begitu saja. Ia masih menjadi pemegang saham terbesar Binance dan salah satu orang terkaya di dunia kripto.

Kisah CZ mengajarkan kita bahwa dalam teknologi, inovasi seringkali berlari lebih cepat daripada regulasi. Ia berani mengambil risiko abu-abu untuk membesarkan industrinya, namun akhirnya harus membayar harganya.

Jadi, jika ada temanmu yang bertanya siapa itu CZ Binance, jawablah: Dia adalah mantan pembalik burger yang nekat menjual rumah demi Bitcoin, membangun kerajaan finansial terbesar di abad 21, dan rela turun tahta demi menyelamatkan ciptaannya agar tetap hidup.