Raksasa Perbankan Denmark “Danske Bank” Resmi Dukung Perdagangan Bitcoin dan Ethereum

Angin segar kembali berhembus dari benua Eropa. Danske Bank, lembaga keuangan terbesar di Denmark yang dikenal konservatif, baru saja membuat keputusan mengejutkan dengan resmi membuka layanan perdagangan aset kripto untuk nasabahnya.

Langkah ini menandai perubahan sikap dari bank yang sebelumnya melarang keras aktivitas terkait kripto. Kini, Danske Bank siap memfasilitasi nasabah yang ingin mendiversifikasi portofolio ke Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Bukan Spot Trading Biasa, Tapi ETP

Perlu dicatat bahwa layanan yang ditawarkan Danske Bank bukanlah perdagangan kripto secara langsung (spot trading), melainkan melalui instrumen Exchange Traded Products (ETP).

Danske Bank akan menyediakan akses ETP spesifik yang telah diseleksi secara ketat. Dua untuk Bitcoin dan satu untuk Ethereum yang diterbitkan oleh manajer aset raksasa dunia, BlackRock dan WisdomTree.

Baca Juga: Binance Gandeng Franklin Templeton, Gunakan Dana Pasar Uang yang di Tokenisasi sebagai Jaminan

Kepala Produk Investasi Danske Bank, Kerstin Lysholm, menegaskan bahwa keputusan ini diambil karena tingginya permintaan nasabah.

“Kami menerima semakin banyak pertanyaan dari nasabah yang menginginkan opsi investasi kripto sebagai bagian dari portofolio mereka,” ujarnya.

Dari Larangan Keras Menuju Adopsi Teregulasi

Perubahan ini sangat signifikan mengingat sejarah Danske Bank yang cukup “dingin” terhadap aset digital. Pada 2018, mereka melarang perdagangan terkait kripto karena kekhawatiran akan transparansi dan volatilitas. Namun, lanskap regulasi Eropa yang kini makin jelas mengubah segalanya.

Implementasi kerangka kerja Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa menjadi katalis utama. Regulasi ini memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor, sehingga membuat bank merasa aman untuk terjun ke pasar.

Dengan instrumen ETP, nasabah Danske Bank bisa mendapatkan eksposur ke harga kripto tanpa memikirkan cara menyimpan private key atau risiko peretasan, karena aset tersebut dikelola dengan standar keamanan institusi.

Tren Bank Eropa Merangkul Kripto

Langkah Danske Bank ini menambah panjang daftar institusi keuangan Eropa yang mulai bersahabat dengan Bitcoin dan aset kripto.

Sebelumnya, Commerzbank di Jerman dan BBVA di Swiss juga meluncurkan layanan serupa. Ini menjadi sinyal kuat bahwa aset kripto mulai diterima sebagai kelas aset yang sah di mata perbankan tradisional.