Raksasa pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, Strategy melaporkan kerugian kuartalan yang mencengangkan. Laporan keuangan Kuartal 4 (Q4) pada tahun 2025 menunjukkan perusahaan mencatatkan kerugian bersih mencapai $12,4 Miliar (sekitar Rp 209 triliun) dari Bitcoin.
Angka fantastis ini dipicu oleh penurunan tajam pada harga Bitcoin, yang menjadikan perusahaan mencatatkan kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) secara masif dalam pembukuannya.
Badai di Pasar Kripto Hantam Neraca Perusahaan
Kinerja keuangan Strategy kali ini benar-benar terpukul oleh volatilitas pasar kripto. Sepanjang kuartal terakhir 2025, harga Bitcoin dilaporkan merosot tajam, menyeret nilai aset digital yang dipegang perusahaan.
Berdasarkan laporan yang dirilis Strategy, Kerugian operasional perusahaan bahkan mencapai $17,4 miliar, yang sebagian besar berasal dari penyesuaian nilai wajar (fair value) kepemilikan Bitcoin mereka.
Meskipun pendapatan dari bisnis software mereka masih mencatatkan angka $123 Juta sedikit di atas ekspektasi analis, angka tersebut tidak cukup untuk menutupi lubang besar yang ditinggalkan oleh penurunan nilai aset kripto.
Strategy tercatat masih memegang 713.502 Bitcoin. Meskipun nilai dari portofolio menyusut secara valuasi kertas, posisi ini tetap mengukuhkan mereka sebagai “paus” terbesar di sektor korporasi publik.
Baca Juga: ETF Bitcoin Catat Outflow $545 Juta, Bitcoin Jebol ke Bawah $70.000!
Michael Saylor: “Jangan Panik, Ini Jangka Panjang”
Merespons laporan keuangan yang berdarah ini, manajemen perusahaan bergerak cepat untuk menenangkan para pemegang saham. Dalam earnings call pada Kamis (5/2/2026), Pimpinan Eksekutif Michael Saylor menegaskan bahwa visi perusahaan tidak berubah.
“Kami bermain dalam jangka panjang, Volatilitas adalah bagian dari aset kelas ini” ujar Saylor. Para eksekutif Strategy meminta investor untuk tidak terpaku pada kerugian kertas (paper loss) jangka pendek.
Sebagaimana dilaporkan oleh DL News, CEO Phong Le dan CFO Andrew Kang turut meyakinkan bahwa strategi akumulasi Bitcoin perusahaan tetap solid meskipun pasar sedang mengalami turbulensi hebat.
Apa Artinya Bagi Investor?
Laporan ini menjadi pengingat keras akan risiko tinggi yang melekat pada manuver agresif dari Strategy. Saham perusahaan (MSTR) yang kini diperdagangkan di Nasdaq menjadi proksi pergerakan harga Bitcoin. Ketika Bitcoin “batuk”, saham MSTR seringkali “demam tinggi”.
Bagi investor ritel, momen ini adalah ujian keyakinan: apakah kerugian $12,4 miliar ini hanyalah hambatan sementara dalam siklus halving Bitcoin, ataukah tanda bahaya bagi keberlanjutan strategi leverage yang dimainkan Saylor.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





