Site icon Duta Crypto ID

Rekor Peretasan Kripto $6,3 Miliar Hantam Binance, Analis Curigai TraderTraitor Korea Utara

Binance - Peretasan

Industri aset digital diguncang oleh salah satu insiden peretasan terbesar sepanjang sejarah. Bursa kripto Binance mengonfirmasi estimasi dampak eksploitasi keamanan yang menembus angka sekitar $6,3 miliar, memicu penyelidikan lintas lembaga serta tindakan darurat dari berbagai protokol terdesentralisasi.

Dukungan kolaboratif antara pemain industri berhasil membekukan sekitar $3 miliar aset curian secara on-chain, sementara penyelidik keamanan mencurigai kelompok peretas TraderTraitor yang berafiliasi dengan Korea Utara.

Sebagaimana dirangkum oleh Cointelegraph, spektrum aset yang berhasil dibekukan mencakup ragam stablecoin dan token utama, yaitu USDT, USDC, RLUSD, USD1, XUSD, USDT0, WBETH, XAUT, PAXG, USDP, hingga ARB.

Modus Delegasi EIP-7702 dan Mekanisme Self-Destruct

Investigasi internal dari Binance mengungkap pelaku memanfaatkan vektor serangan yang sangat terstruktur. Meski penyelidikan awal sempat menyorot potensi kompromi pada laptop salah satu teknisi, pihak forensik menemukan titik intrusi tambahan yang lebih kompleks.

Co-CEO dari Binance, Richard Teng, memaparkan pelaku mengeksploitasi mekanisme delegasi EIP-7702 untuk mengambil alih otoritas eksekusi hot wallet Binance. Prosedur delegasi berhasil menyusup tanpa melewati kontrol persetujuan standar yang berlaku di sistem Binance.

Guna menyamarkan jejak forensik digital, pelaku peretasan mengaktifkan mekanisme self-destruct untuk menghancurkan alat dan log transaksi selama proses eksploitasi.

Baca Juga: Binance Mangajukan Lisensi Kripto di Brasil

Pemulihan: Dana Perusahaan $6,34 Miliar dan Bantuan FBI

Demi meredam kepanikan, Binance memastikan dana penggunanya tetap terlindungi secara penuh. Manajemen mengalokasikan lebih dari $6,34 miliar dari kas perusahaan guna menambal seluruh kerugian, dengan $5 miliar di antaranya sudah dalam bentuk token identik yang disimpan di kustodi bursa.

Co-Founder Binance, Yi He, menegaskan bahwa perusahaan bergerak cepat membeli koin pengganti melalui transaksi over-the-counter (OTC) dan juga pasar terbuka demi memastikan likuiditas cadangan tetap utuh sebelum laporan resmi dipublikasikan.

Selain itu, Pihak Binance terus berkoordinasi secara intensif dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan lembaga penegak hukum global untuk menelusuri pergerakan sisa aset yang dicuri.

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version