Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU CLARITY Act hingga bulan September 2026.
Penundaan ini dikarenakan majelis tinggi tersebut gagal mencapai kesepakatan lintas partai sebelum reses parlemen bulan Agustus.
Kebijakan ini memperpanjang periode ketidakpastian hukum bagi industri kripto di AS yang telah menantikan kejelasan pembagian wewenang antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC).
Penundaan jadwal pemungutan suara ini dipicu karena sulitnya negosiasi mengenai pasal-pasal etika dan benturan kepentingan.
Kelompok Senator dari Partai Demokrat mendesak aturan yang lebih ketat guna mencegah pejabat pemerintah dan keluarganya terlibat dalam proyek aset digital.
Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune mengonfirmasi bahwa pembahasan RUU tersebut akan dijadikan prioritas utama saat para senator kembali bertugas pada September mendatang.
Untuk meloloskan RUU CLARITY Act dari filibuster, faksi Republik butuh setidaknya 60 suara, yang berarti dukungan dari setidaknya tujuh senator Demokrat sangat krusial sebelum undang-undang ini dapat disahkan.
Baca Juga: Pemerintah Nigeria Menerbitkan Aturan Pajak Baru untuk Platform Kripto
Penundaan regulasi komprehensif di Amerika Serikat dikhawatirkan dapat memicu ketertinggalan daya saing ekosistem kripto Paman Sam dibanding wilayah lain.
Tanpa adanya undang-undang yang jelas, pelaku industri kembali dihadapkan pada skenario regulation by enforcement atau penindakan hukum berbasis kasus per kasus.
Penundaan RUU CLARITY Act ini memberi ruang dan waktu lebih bagi pusat keuangan regional seperti Hong Kong dan Singapura untuk menarik modal serta talenta Web3 global.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Bitcoin (BTC) kembali memamerkan dominasinya dengan melesat menembus level psikologis harga $85.000. Kenaikan harga yang…
Kabar terbaru datang dari raksasa manajer aset terkemuka, Grayscale, dilaporkan tengah bersiap merestrukturisasi salah satu…
Sektor decentralized exchange (DEX) membuktikan dominasinya di pasar kripto. Kali ini, sorotan utama tertuju pada…
Tren hibrida antara pasar saham tradisional dan mekanisme trading Web3 di Amerika Serikat semakin memanas!…
Inovasi di dunia trading derivatif Amerika Serikat sepertinya akan segera memasuki era baru yang radikal.…
Drama regulasi pasar kripto di Amerika Serikat memasuki babak baru yang semakin menegangkan. Setelah Rancangan…
This website uses cookies.