Aplikasi perpesanan instan Telegram membuat gebrakan besar di ekosistem Web3. Langkah ambisius untuk mempermudah akses aset digital bagi para penggunanya kini semakin nyata. Layanan kustodian aset kripto yang selama ini dikenal dengan nama “Wallet” kini resmi rebranding menjadi Walt.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian logo atau nama, melainkan perombakan strategi menyeluruh yang diiringi dengan peluncuran Gram Wallet.
Sejak awal diluncurkan, fitur Wallet di dalam Telegram didesain sebagai bot untuk membeli Ton dan Bitcoin. Namun, dengan berjalan waktu, pengguna kian meledak, aplikasi kustodian ini berkembang menjadi platform kripto berskala penuh.
Walt kini tidak hanya berfungsi untuk menyimpan aset, melainkan telah berevolusi menjadi portal komprehensif untuk trading, investasi, hingga pencarian imbal hasil yang mendukung lebih dari 300 aset kripto.
Andrew Rogozov, Founder dan CEO dari The Open Platform sekaligus penggerak di balik Walt, menyatakan bahwa “Wallet” terlalu sempit untuk merepresentasikan visi besar platform tersebut.
Sebagai entitas yang berdiri sendiri, Walt tengah mempersiapkan inovasi ambisius. Walt akan meluncurkan kartu debit kripto untuk memfasilitasi pembayaran harian, mengintegrasikan antarmuka berbasis AI, membantu pengguna melakukan analisis portofolio secara lebih cerdas.
Baca Juga: Jaksa Agung New York Gugat Polymarket
Sebagai bagian dari perombakan arsitektur kripto Telegram, Wallet berada di menu pengaturan Telegram kini secara bertahap digantikan Gram Wallet.
Gram Wallet sebagai layanan non-custodial murni yang terintegrasi secara native di dalam aplikasi Telegram. Jika Walt ditujukan untuk pengguna yang mengeksplorasi ekosistem trading lanjutan, Gram Wallet didesain simpel dan berfokus pada aktivitas on-chain.
Gram Wallet diproyeksi menjadi titik masuk utama bagi miliaran pengguna Telegram untuk melakukan pembayaran harian, mentransfer koin, membeli username premium, atau mengirim hadiah (gifts) di dalam aplikasi.
Kabar baiknya bagi para pengguna setia Wallet lama, proses transisi ini berlangsung tanpa hambatan. Seluruh akun, saldo dana, dan alamat dompet pengguna lama yang kini beralih ke Walt tetap aman.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Dalam langkah inovatif yang menyoroti tren Tokenisasi Aset Dunia Nyata (Real World Assets/RWA), bursa kripto…
Perusahaan penyedia layanan pembayaran kripto berbasis di Hong Kong, RedotPay, selangkah lebih dekat menuju lantai…
Awan hitam tengah menyelimuti salah satu platform pasar prediksi paling populer di ekosistem Web3, Polymarket.…
CoinMarketCap (CMC), melakukan manuver yang siap mengubah lanskap penyedia data analitik global. Dalam memperkokoh posisinya…
Raja cryptocurrency (Bitcoin) bersiap menyambut suntikan likuiditas raksasa! Tether (USDT), stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar…
Kabar terbaru datang dari salah satu bursa kripto terbesar di dunia, Bitget. Platform raksasa ini…
This website uses cookies.