Tom Lee Ungkap Penyebab Lesunya Ethereum: Metals Vortex dan Minim Leverage

Pergerakan harga Ethereum yang cenderung mengalami penurunan membuat banyak investor bertanya-tanya. Di saat fundamental jaringan mencatatkan rekor tertinggi, harga justru seolah kehilangan tenaga. Tom Lee, Kepala Riset di Fundstrat Global Advisors, akhirnya buka suara mengenai anomali ini.

Menurut Lee, lesunya pasar kripto bukan disebabkan oleh buruknya kinerja teknologi, melainkan akibat faktor makroekonomi, fenomena metals vortex dan berkurangnya leverage di pasar.

Fenomena Metals Vortex Menyedot Likuiditas

Dalam analisis terbarunya, Tom Lee menyoroti bahwa kenaikan harga emas dan perak yang gila-gilaan telah menjadi lubang hitam bagi likuiditas aset berisiko.

Emas yang menyentuh level tertinggi sepanjang masa (ATH) dan perak yang melonjak drastis telah menyedot minat investor yang biasanya mengalir ke aset kripto.

Baca Juga: Babak Belur! Bitmine Ethereum Strategy Mengalami Kerugian Sebesar $6,5 Miliar

Lee menjelaskan bahwa narasi safe haven saat ini didominasi penuh oleh logam mulia, meninggalkan Bitcoin dan Ethereum dalam posisi yang kurang menguntungkan untuk sementara waktu.

Sebagaimana melansir dari Cointelegraph, fenomena vortex ini menghisap selera risiko (risk appetite) di pasar kripto, membuat pergerakan harga menjadi lambat meskipun tidak ada berita negatif yang signifikan.

Absennya Leverage Pasca-Crash

Faktor kedua yang menahan laju Ethereum adalah berkurangnya leverage. Pasar kripto belum sepenuhnya pulih dari trauma deleveraging atau likuidasi massal yang terjadi pada pasar Oktober tahun lalu.

Biasanya, leverage berfungsi sebagai bahan bakar roket yang mempercepat kenaikan harga saat tren bullish. Tanpa adanya partisipasi trader yang menggunakan utang margin, kenaikan harga menjadi jauh lebih berat.

Namun, Tom Lee melihat ini dari kacamata kontrarian. Lee menegaskan bahwa fundamental Ethereum justru sedang berada di puncaknya. Transaksi harian dan alamat aktif di jaringan Ethereum mencetak rekor tertingginya.

Peluang di Balik Ketakutan

Alih-alih panik, Tom Lee dan perusahaannya, Bitmine, justru melihat ini sebagai diskon besar-besaran. Data menunjukkan bahwa Bitmine terus mengakumulasi Ethereum di tengah penurunan harga ini.

Lee percaya bahwa ketika reli logam mulia mulai mendingin, rotasi modal akan kembali mengalir deras ke aset digital yang memiliki fundamental kuat namun harga yang masih tertekan.

Dalam pandangannya yang optimis, situasi saat ini mirip dengan pegas yang sedang ditekan. Ketika tekanan dari metals vortex mereda dan leverage perlahan kembali masuk, Ethereum berpotensi mengejar ketertinggalan valuasinya terhadap fundamental jaringan yang sebenarnya.