Lanskap keamanan aset digital kembali diguncang insiden pencurian berskala masif. Penyelidik onchain ternama, ZachXBT, baru-baru ini mengidentifikasi grup perbankan asal Prancis, Crédit Mutuel Arkéa, sebagai terduga korban dari eksploitasi kripto yang merugikan hingga lebih dari $133 juta.
Melalui pernyataan resminya di saluran Telegram, detektif kripto pseudonim tersebut menyatakan bahwa institusi keuangan yang mengelola aset senilai $235 miliar diduga menjadi sasaran peretasan yang berlangsung selama beberapa hari.
ZachXBT turut memperingatkan bahwa estimasi kerugian aktual berpotensi jauh lebih besar karena ada transaksi over-the-counter (OTC) yang belum terlacak sepenuhnya.
Baca Juga: Bahaya Simpan Seed Phrase di iPhone Lama
Rentetan Penarikan Mencurigakan di Bursa Terpusat
Kasus ini mulai terendus pada awal pekan ketika ZachXBT melaporkan temuan awal berupa penarikan mencurigakan senilai $106 juta dari berbagai bursa kripto terpusat (centralized exchanges).
Keesokan harinya, estimasi kerugian tersebut melonjak hingga menyentuh angka $133 juta setelah ZachXBT menemukan penarikan tambahan sebesar $27 juta. Beberapa di antara transaksi susulan ini bahkan terjadi pasca-peringatan awal.
Firma analitik blockchain, Bitquery juga berhasil melacak aliran dana yang ditarik dari akun-akun di bursa global seperti Kraken, Crypto.com, dan OKX. Bitquery menemukan sekitar $63 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi menjadi Ethereum (ETH).
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.


