Pernah gak kamu masuk ke grup Telegram atau Discord kripto dan merasa seperti lagi baca bahasa asing? Ada yang teriak “Serok!”, ada yang panik bilang “FUD”, atau menyuruh “HODL” sampai mati. Tenang, kamu gak sendirian.
Dunia aset digital memang punya bahasanya sendiri. Bagi pendatang baru, memahami istilah istilah dalam trading cryptocurrency bukan sekadar gaya-gayaan, tapi soal bertahan hidup. Salah mengartikan istilah bisa berakibat fatal buat portofolio kamu. Bayangkan kalau kamu ikut-ikutan “FOMO” padahal pasar lagi “Bearish”, uang tabungan bisa lenyap dalam sekejap.
Baca Juga: Apa itu Ethereum dan Apa Bedanya dengan Bitcoin?
Di artikel ini, kita bakal bongkar kamus lengkap kripto, mulai dari bahasa gaul komunitas sampai istilah teknis pasar, biar kamu bisa trading dengan percaya diri.
Sebelum masuk ke teknis, yuk bahas istilah yang paling sering muncul di media sosial. Istilah ini biasanya menggambarkan emosi pasar yang wajib kamu tahu.
Ini penyakit paling umum trader pemula. FOMO adalah rasa takut ketinggalan kereta saat harga sebuah koin naik drastis. Akibatnya, kamu jadi beli di harga pucuk karena panik, yang seringkali berakhir nyangkut.
Kebalikan dari FOMO, FUD adalah strategi menyebarkan berita negatif (kadang hoaks) untuk menakut-nakuti investor biar mereka menjual asetnya, sehingga harga turun.
Istilah legendaris ini sebenarnya berasal dari typo kata “HOLD” (tahan) di sebuah forum Bitcoin tahun 2013. Sekarang, HODL sering dipanjangpanjangkan jadi Hold On for Dear Life. Artinya: tahan aset kamu sekuat tenaga, jangan dijual meski harga lagi hancur lebur.
Ini adalah mantra wajib. Artinya, lakukan riset mandiri. Jangan pernah membeli koin cuma karena influencer atau teman menyuruhnya. Tanggung jawab uang ada di tangan kamu sendiri.
Berasal dari kata Wrecked (hancur). Dipakai pas seorang trader mengalami kerugian besar atau bangkrut akibat kena likuidasi.
Memahami istilah istilah dalam trading cryptocurrency juga berarti kamu harus tahu arah angin pasar. Apakah lagi untung atau buntung?
Kondisi ketika pasar lagi bergairah, harga-harga naik, dan grafik berwarna hijau. Diambil dari analogi Banteng (Bull) yang menyerang dengan menyeruduk ke atas.
Kebalikan dari Bullish. Kondisi pasar lesu, harga turun drastis, dan investor pesimis. Diambil dari analogi Beruang (Bear) yang menyerang dengan mencakar ke bawah.
Harga tertinggi yang pernah dicapai sebuah aset kripto sepanjang sejarahnya.
Sebutan buat individu atau institusi yang punya jumlah aset kripto sangat besar. Kalau “Paus” bergerak (jual atau beli), ombaknya bisa mengguncang harga pasar secara signifikan.
Singkatan dari Alternative Coin. Ini sebutan buat semua koin kripto selain Bitcoin (contoh: Ethereum, Solana, Cardano).
Bagian ini sedikit lebih serius. Kamu bakal sering nemuin kata-kata ini pas baca whitepaper atau analisis fundamental.
Untuk memahami dasar-dasar aset digital lebih dalam, kamu juga bisa membaca referensi global dari situs edukasi keuangan terpercaya seperti Investopedia yang menjelaskan struktur dasar aset kripto secara mendetail. Namun, biar gak pusing, mari kita sederhanakan istilah teknis tersebut di sini:
Nilai total dari sebuah koin yang beredar. Rumusnya: Harga Koin x Jumlah Koin yang Beredar. Ini indikator penting buat melihat seberapa besar “proyek” tersebut.
Biaya transaksi yang harus kamu bayar ke penambang (miners) atau validator jaringan biar transaksi kamu diproses. Di jaringan Ethereum, Gas Fee bisa sangat mahal pas jaringan lagi sibuk.
Mengunci aset kripto kamu di dalam dompet digital buat mendukung keamanan jaringan blockchain. Sebagai imbalannya, kamu bakal dapat reward (bunga) berupa koin tambahan. Mirip deposito di bank lah.
Sistem keuangan yang beroperasi di atas blockchain tanpa perantara kayak bank. Di sini kamu bisa meminjam, meminjamkan, atau menukar uang secara otomatis.
Alamat unik (kayak nomor rekening) yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka acak. Dipakai buat menerima atau mengirim aset kripto.
Masih ada banyak istilah istilah dalam trading cryptocurrency yang sering dipakai para trader harian (scalper atau swing trader).
Masuk ke pasar kripto tanpa bekal pengetahuan sama aja kayak terjun ke medan perang tanpa senjata. Dunia ini bergerak sangat cepat, volatil, dan penuh risiko. Tapi, dengan memahami bahasa yang dipakai para pelakunya, kamu sudah satu langkah lebih maju daripada mayoritas pemula lainnya.
Ingat selalu buat melakukan DYOR dan jangan mudah kena FOMO. Menguasai istilah istilah dalam trading cryptocurrency adalah fondasi awal, langkah selanjutnya adalah mengasah mental dan strategi investasi kamu.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.