Brian Armstrong di Davos: Diplomasi RUU Struktur Pasar Kripto AS

Menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, CEO Coinbase Brian Armstrong membawa misi krusial untuk menyempurnakan draf RUU Struktur Pasar Kripto Amerika Serikat yang tengah mengalami kebuntuan. Armstrong berupaya menjembatani kebuntuan regulasi yang sempat memanas di Washington.

Langkah ini diambil setelah Coinbase secara mengejutkan menarik dukungannya dari regulasi tersebut, memicu penundaan pemungutan suara di Senat AS.

Mencari Kesepakatan dengan Raksasa Perbankan

Poin utama yang menjadi perdebatan dalam draf regulasi tersebut adalah aturan mengenai imbal hasil (yield) pada stablecoin dan akses sektor DeFi ke sistem keuangan formal. Armstrong memanfaatkan pertemuan di Swiss ini untuk berdiskusi langsung dengan para CEO perbankan global.

Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa RUU Struktur Pasar Kripto yang baru nantinya tidak memberikan beban berlebihan bagi perusahaan kripto sekaligus tetap menjaga stabilitas perbankan.

Baca Juga: Bitcoin Bakal Jadi “Safe Haven” Terakhir Jika Alien Terdeteksi!

Armstrong menegaskan bahwa industri lebih memilih tidak ada undang-undang sama sekali daripada dipaksa tunduk pada aturan yang cacat dan diskriminatif terhadap teknologi blockchain.

Masa Depan Inovasi di Tahun 2026

Jika negosiasi di Davos berjalan lancar, draf revisi diharapkan dapat segera diajukan kembali ke Washington. Sebagaimana diulas oleh DL News, tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan kepentingan antara penyedia aset digital dan regulator yang khawatir akan privasi finansial.

Keberhasilan diplomasi Armstrong akan menentukan apakah RUU Struktur Pasar Kripto akan menjadi landasan bagi dominasi digital AS atau justru menjadi penyebab eksodus massal perusahaan Web3 ke yurisdiksi lain yang lebih kompetitif.