Gedung Putih kembali melakukan perombakan strategis yang akan berdampak pada ekosistem aset digital dan teknologi global. David Sacks, ventura kapitalis kenamaan yang menjabat sebagai Crypto and AI Czar di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, resmi mengakhiri masa jabatannya yang berlangsung selama 130 hari.
Namun, jangan salah sangka, ini bukanlah akhir dari kiprahnya. Sacks justru bersiap untuk mengambil kendali yang lebih luas dalam merumuskan masa depan regulasi Amerika Serikat!
Dari “Czar” Menuju Dewan Penasihat Kepresidenan
Berakhirnya masa jabatan singkat ini ternyata merupakan bagian dari rencana transisi yang lebih besar.
David Sacks, menyatakan bahwa posisi awal tersebut memang telah usai. Kini, Sacks mengemban mandat baru sebagai salah satu ketua (Co-chair) di President’s Council of Advisors on Science and Technology (PCAST).
Peran baru ini memberikannya panggung baru yang jauh lebih masif.
Sebelumnya Sacks hanya berfokus pada regulasi kripto dan kecerdasan buatan, kini ia berwenang memberikan rekomendasi kebijakan tingkat tinggi yang mencakup spektrum teknologi yang lebih luas, mulai dari komputasi kuantum hingga teknologi perawatan kesehatan.
Baca Juga: FBI Peringatkan Adanya Modus Penipuan Berkedok Token Palsu di Jaringan Tron
Misi Mewujudkan “Satu Buku Aturan” Kripto
Meski hanya menjabat selama 130 hari, rekam jejak David Sacks tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sukses memimpin Kelompok Kerja Presiden untuk Pasar Aset Digital dalam merilis laporan komprehensif.
Visi utamanya sangat disukai oleh para pelaku industri: ia ingin menghapus kerumitan regulasi yang tumpang tindih.
Sacks mengkritik keras sistem saat ini di mana 50 negara bagian AS memiliki 50 aturan kripto yang berbeda-beda. Ia dengan tegas mendorong terciptanya “satu buku aturan” tunggal di tingkat federal, agar inovator kripto memiliki kepastian hukum.
Berkumpulnya Para Raksasa Teknologi
Langkah David Sacks memimpin PCAST juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah AS sedang mengumpulkan kekuatan penuh.
PCAST akan diisi oleh nama besar di industri teknologi. Beberapa figur raksasa yang masuk dalam radar antara lain CEO Meta Mark Zuckerberg, Co-founder Coinbase Fred Ehrsam, hingga CEO Nvidia Jensen Huang.
Pergeseran peran ini adalah sebuah angin segar. Dengan Sacks yang masih memegang pengaruh kuat di lingkaran dalam kepresidenan dan dikelilingi oleh para titan teknologi, harapan akan kerangka hukum aset digital yang pro-innovation di Amerika Serikat kini semakin terbuka lebar.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





