Apa Itu Sui? Blockchain Kilat Besutan Eks Meta yang Bikin Web3 Melesat

Sejak diluncurkan pada 2023, banyak investor dan developer mulai bertanya apa itu Sui dan mengapa blockchain yang digagas oleh mantan insinyur Meta ini begitu cepat mendapat perhatian di industri Web3.

Berbeda dari kebanyakan blockchain Layer-1 yang mengadaptasi model lama, Sui hadir dengan pendekatan arsitektur yang benar-benar baru, dirancang khusus untuk mengatasi keterbatasan kecepatan dan skalabilitas yang selama ini menjadi tantangan utama blockchain generasi sebelumnya.

Artikel ini akan membahas secara detail pengertian, sosok pendiri, token native, cara kerja, hingga kegunaan Sui bagi Anda yang ingin memahami blockchain generasi baru ini.

Apa itu Sui Blockchain

Sui adalah blockchain Layer-1 yang dirancang untuk mendukung smart contract dengan fokus utama pada kecepatan tinggi, latensi rendah, dan skalabilitas horizontal.

Berbeda dengan kebanyakan blockchain yang memproses transaksi secara berurutan, Sui menggunakan pendekatan arsitektur berbasis objek (object-centric), di mana setiap aset di jaringan diperlakukan sebagai objek independen dengan identitas uniknya sendiri, memungkinkan banyak transaksi diproses secara paralel tanpa harus saling menunggu.

Pendekatan inilah yang menjadi pembeda utama Sui dari blockchain Layer-1 lain pada umumnya.

Alih-alih memproses setiap transaksi dalam satu antrean linear, Sui dapat langsung menyelesaikan transaksi sederhana seperti transfer aset tanpa perlu melalui mekanisme konsensus penuh, sehingga mampu mencapai finalitas transaksi dalam hitungan sub-detik sekaligus menjaga biaya transaksi tetap sangat rendah meski permintaan jaringan sedang tinggi.

Siapa Founder Sui?

founder sui blockchain

Sui dikembangkan oleh Mysten Labs, perusahaan infrastruktur blockchain yang didirikan pada September 2021 oleh empat mantan insinyur Meta (dahulu Facebook), yaitu Evan Cheng, Sam Blackshear, Adeniyi Abiodun, dan George Danezis.

Keempatnya sebelumnya terlibat langsung dalam pengembangan Diem, proyek mata uang digital global milik Meta yang akhirnya dihentikan pada 2022 akibat tekanan regulasi yang berat dari berbagai negara.

Alih-alih berhenti setelah proyek Diem dibubarkan, tim insinyur ini memutuskan melanjutkan visi mereka dengan mendirikan Mysten Labs dan merancang blockchain baru yang mengatasi kelemahan yang mereka amati pada Ethereum maupun Bitcoin, seperti biaya tinggi, throughput rendah, dan perangkat pengembangan yang rumit.

Evan Cheng saat ini menjabat sebagai CEO Mysten Labs, memimpin arah pengembangan Sui sekaligus ekspansi ke berbagai use case baru seperti keuangan digital dan infrastruktur pembayaran.

Kredibilitas tim ini turut menarik pendanaan besar dari investor ternama, termasuk putaran Seri B senilai 300 juta dolar AS yang dipimpin oleh a16z pada September 2022.

Token Native: Apa Itu SUI?

Token native dari jaringan ini bernama SUI, dengan total suplai maksimal sebanyak 10 miliar token.

SUI memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya sebagai alat pembayaran biaya transaksi (gas fee), media staking bagi pemegangnya untuk membantu mengamankan jaringan sekaligus memperoleh reward, serta token governance yang memungkinkan partisipasi dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan ekosistem Sui ke depannya.

Penting untuk Anda ketahui, Sui Foundation secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengadakan program airdrop token SUI, dan pihak mana pun yang menawarkan airdrop mengatasnamakan Sui kemungkinan besar merupakan upaya penipuan.

Kewaspadaan semacam ini penting mengingat popularitas Sui yang terus meningkat turut menarik perhatian pelaku penipuan di ekosistem kripto.

Bagaimana Cara Kerja Sui?

cara kerja blockchain sui

Untuk memahami apa itu Sui secara lebih mendalam, penting bagi Anda mengetahui bahasa pemrograman yang menjadi fondasinya, yaitu Move.

Bahasa ini pada awalnya dikembangkan untuk proyek Diem, kemudian disempurnakan oleh tim Mysten Labs agar sesuai dengan arsitektur berbasis objek milik Sui.

Move dirancang khusus untuk keamanan dan ekspresivitas tinggi, sehingga membantu mengurangi risiko celah keamanan yang sering ditemukan pada bahasa smart contract lain.

Arsitektur Sui terdiri dari tiga komponen utama, yaitu objek, transaksi, dan validator. Objek dibagi menjadi dua kategori, mutable data value yang bisa diubah kepemilikannya, dan immutable package yang bersifat tetap.

Kombinasi arsitektur berbasis objek dengan mekanisme konsensus Proof-of-Stake inilah yang memungkinkan Sui mencapai throughput sangat tinggi dengan latensi rendah, sebuah pendekatan yang berbeda dari filosofi sejumlah blockchain cepat lain yang lebih mengandalkan optimalisasi konsensus tradisional, sebagaimana pernah dibahas dalam artikel kami tentang apa itu Solana yang mengulas pendekatan Proof-of-History sebagai solusi kecepatan transaksinya.

Kegunaan Sui dalam Ekosistem Web3

Kegunaan Sui blockchain

Sui memiliki beberapa kegunaan utama yang membuatnya semakin relevan bagi Anda yang mengikuti perkembangan industri blockchain, di antaranya:

  1. Decentralized Finance (DeFi). Berbagai protokol DeFi seperti decentralized exchange Cetus dan protokol lending NAVI turut berkembang di ekosistem Sui, memanfaatkan kecepatan transaksinya yang tinggi.
  2. Gaming dan aset digital dinamis. Arsitektur berbasis objek Sui memungkinkan pengembangan NFT yang dapat berevolusi (dynamic NFT), sangat relevan untuk kebutuhan game blockchain yang membutuhkan perubahan atribut aset secara real-time.
  3. Pembayaran dan aplikasi konsumen. Fitur seperti zkLogin dan sponsored transaction dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna seperti aplikasi Web2 pada umumnya, mempermudah adopsi Sui oleh pengguna awam yang belum familiar dengan kripto.
  4. Infrastruktur keuangan digital. Belakangan, Mysten Labs turut mengembangkan produk seperti Sui Dollar dan Hashi, memperluas fokus Sui ke arah infrastruktur keuangan digital dan orkestrasi aset lintas jaringan seperti Bitcoin.
  5. Marketplace dan commerce terdesentralisasi. Sui juga mendukung berbagai sistem komersial terdesentralisasi, memungkinkan transaksi jual-beli langsung di atas jaringan tanpa perantara pihak ketiga.

Risiko yang Perlu Anda Ketahui

Sebagai blockchain yang relatif baru dibanding Bitcoin maupun Ethereum, Sui masih tergolong dalam tahap pertumbuhan ekosistem yang aktif, sehingga volatilitas harga SUI cenderung tinggi dan sangat dipengaruhi sentimen pasar maupun perkembangan adopsi teknisnya.

Selain itu, karena arsitekturnya yang cukup berbeda dari blockchain pada umumnya, developer baru mungkin membutuhkan waktu adaptasi lebih untuk memahami model pemrograman berbasis objek dan bahasa Move sebelum benar-benar produktif membangun di atas jaringan ini.

Untuk informasi resmi mengenai ekosistem dan dokumentasi teknis Sui, Anda bisa mengunjungi situs resmi Sui, sementara profil lengkap tim pengembang dan produk yang sedang dikembangkan dapat Anda pelajari melalui situs resmi Mysten Labs sebagai sumber informasi utama dari tim pencipta Sui.

Pada akhirnya, memahami apa itu Sui berarti memahami sebuah pendekatan baru dalam desain blockchain, di mana arsitektur berbasis objek dan pemrosesan paralel menjadi kunci untuk mengatasi keterbatasan kecepatan dan skalabilitas yang selama ini membebani blockchain generasi sebelumnya.

Digagas oleh tim veteran Meta melalui Mysten Labs, serta didukung token native bernama SUI, jaringan ini terus berkembang dengan cepat di berbagai sektor mulai dari DeFi, gaming, hingga infrastruktur keuangan digital.

Meski begitu, Anda tetap perlu memahami risiko volatilitas dan tahap pertumbuhan ekosistem yang masih berlangsung sebelum menjadikan SUI sebagai bagian dari portofolio investasi Anda.