Ekspansi Pembayaran! SBI Group Dukung Pendanaan $25 Juta untuk dtcpay

Lanskap pembayaran berbasis aset digital (kripto) di kawasan Asia Tenggara semakin memanas. Kali ini, angin segar datang bagi para pelaku usaha dan investor ritel yang mendambakan solusi konversi fiat ke kripto yang mulus.

Raksasa finansial asal Jepang, SBI Group, menunjukkan komitmen seriusnya terhadap infrastruktur Web3 melalui putaran pendanaan terbaru dtcpay, perusahaan penyedia layanan pembayaran kripto yang berbasis di Singapura.

Pendanaan Segar $25 Juta untuk Ekspansi

Melalui menuver strategis, SBI Group memberikan dukungan investasi ke perusahaan pembayaran dtcpay melalui putaran pendanaan Seri A senilai $25 juta bersama para pemodal ventura lainnya.

Suntikan dana segar ini akan menjadi amunisi utama bagi dtcpay untuk mempercepat agresi ekspansi, tidak hanya di pasar Asia, tetapi juga menjangkau klien global.

Keterlibatan institusi tradisional sekelas SBI Group membuktikan bahwasannya solusi pembayaran on-chain kini mulai diakui sebagai masa depan transaksi keuangan lintas batas (cross-border).

Baca Juga: Solana Tingkatkan Kapasitas Transaksi 3 Kali Lipat

Menjembatani Fiat dan Kripto dengan Lisensi Resmi

Apa yang membuat dtcpay menarik di mata SBI Group?

Jawabannya terletak pada kepatuhan regulasi dan kemudahan untuk pengguna (UX), dtcpay berfokus menyediakan layanan konversi dari mata uang fiat ke berbagai aset kripto secara instan, dan sebaliknya.

Keunggulan utama dtcpay adalah statusnya sebagai entitas yang telah mengantongi lisensi resmi dari otoritas moneter Singapura (MAS).

Hal ini memberikan rasa aman bagi merchant kelas atas maupun klien korporat yang ingin mulai menerima pembayaran dalam bentuk aset kripto tanpa harus memikirkan risiko hukum atau volatilitas konversi.

Dengan dukungan jaringan bisnis luas yang dimiliki SBI Group, dtcpay diproyeksi akan segera memperluas integrasi sistem pembayara ke berbagai sektor, mulai dari ritel e-commerce, properti, hingga industri perhotelan.