Categories: Berita

Ambisi Pada Kecerdasan Buatan, Tron Bergabung dengan Agentic AI Foundation

Konvergensi antara teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) tampaknya bukan lagi sekadar tren sesaat. Baru-baru ini, Tron menegaskan ambisi besarnya di sektor AI dengan bergabung sebagai anggota dewan pengatur (governing member) di Agentic AI Foundation (AAIF), sebuah inisiatif prestisius yang dibentuk oleh Linux Foundation.

Manuver ini menempatkan Tron sejajar dengan raksasa finansial dan kripto lainnya seperti JPMorgan dan Circle, yang juga mendorong pengembangan infrastruktur agen kecerdasan buatan (AI agents) secara open-source.

Menyediakan Infrastruktur Skalabel untuk AI

Dalam laporannya, Tron DAO menyatakan bahwa agen AI diprediksi akan menciptakan lonjakan permintaan yang masif di masa depan. Agen-agen ini dirancang untuk dapat bertindak dan bertransaksi secara otonom.

Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan interopabilitas sistem yang kuat untuk memproses “transaksi bernilai kecil dalam volume tinggi secara berkelanjutan dan efisien.”

Tantangan skalabilitas ini menjadi isu krusial, CEO Stripe, menyoroti adanya kesenjangan infrastruktur blockchain untuk menangani transaksi AI di masa depan, yang berpotensi membutuhkan kapabilitas miliaran transaksi per detik.

Menyadari celah tersebut, Founder Tron, Justin Sun menjelaskan use case agen AI yang melibatkan transaksi mikro dalam frekuensi tinggi, sehingga membutuhkan jaringan yang super cepat dan gas fee murah yang selama ini ada pada Tron.

Baca Juga: Nigel Farage Investasi ke Stack BTC, Dukung Inggris Jadi Pusat Kripto Global

AI Jadi Fokus Utama Tron

Ambisi ini selaras dengan peta jalan Tron untuk tahun 2026. Justin Sun secara terang-terangan menyatakan bahwa inovasi kecerdasan buatan akan menjadi salah satu fokus utama pengembangan jaringannya tahun ini.

Penerapan nyata dari integrasi ini sudah mulai terlihat. Jaringan Tron telah berkolaborasi dalam membangun infrastruktur khusus seperti Bank of AI, sebuah lapisan finansial (financial layer) untuk agen AI yang diluncurkan di Tron dan BNB Chain.

Menurut Sun, seiring dengan evolusi ekosistem ini, akan banyak infrastruktur pendukung yang diperkenalkan demi memenuhi aktivitas mesin-ke-mesin. Menariknya, integrasi awal AI ini langsung memberikan dampak positif bagi metrik jaringan.

Melansir data dari DefiLlama menunjukkan bahwa Tron secara konsisten berada di posisi puncak dalam hal pendapatan (revenue) yang dihasilkan dari seluruh blockchain dalam skala harian, mingguan, maupun bulanan.

Dengan manuver agresif ini, Tron tampaknya tak sekadar ingin menjadi blockchain untuk transaksi stablecoin, melainkan bersiap menjadi fondasi utama bagi ekonomi otomatis yang digerakkan oleh kecerdasan buatan di masa depan.

Recent Posts

MetaMask Meluncurkan Agent Wallet untuk Trading Kripto Otomatis Berbasis AI

Dompet kripto self-custody, MetaMask kembali membuat gebrakan revolusioner yang siap mengubah cara pengguna berinteraksi dengan…

8 hours ago

Trump Media Resmi Mengakhiri Kemitraan Strategis dengan Crypto.com

Perusahaan induk dari platform media sosial Truth Social, Trump Media & Technology Group (TMTG), bersama…

17 hours ago

Bank Sentral Brasil Wajibkan Bursa Kripto Tunda Transfer Luar Negeri hingga 24 Jam

Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…

21 hours ago

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

1 day ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

1 day ago

Rusia Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Tutup Paksa Bursa Kripto di Moscow City

Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…

2 days ago

This website uses cookies.