Industri finansial kembali diguncang oleh peringatan keras mengenai Risiko Stablecoin Berbunga yang disampaikan langsung oleh CFO JPMorgan, Jeremy Barnum. Ia menyoroti tren stablecoin yang menawarkan imbal hasil (yield) sebagai ancaman serius bagi stabilitas sistem keuangan global.
Menurut Barnum, aset digital jenis ini berpotensi menciptakan sistem perbankan paralel yang tidak teregulasi, yang dapat menarik likuiditas keluar dari sistem perbankan tradisional secara masif.
Fenomena stablecoin berbunga kini menjadi perhatian utama Wall Street karena kemampuannya bersaing langsung dengan deposito bank. Melansir laporan dari Cointelegraph, Barnum menjelaskan bahwa ketika penerbit aset digital memberikan bunga kepada pemegang koin, mereka sebenarnya sedang menjalankan fungsi bank tanpa harus mematuhi standar cadangan modal yang ketat.
Baca Juga: Donald Trump Akan Wawancarai Rick Rieder Untuk Posisi Ketua The Fed
Dalam analisisnya, Barnum menegaskan bahwa Risiko Stablecoin Berbunga ini bukan hanya soal persaingan bisnis, melainkan risiko sistemik. Tanpa adanya jaminan simpanan layaknya bank konvensional, penarikan dana besar-besaran secara mendadak pada protokol stablecoin bisa memicu guncangan hebat yang merambat ke pasar keuangan riil.
Isu “Perbankan Bayangan” diprediksi akan memaksa otoritas global untuk mempercepat pengetatan aturan. Berdasarkan data analisis pasar dari CoinDesk, banyak negara mulai merancang regulasi yang mewajibkan transparansi penuh atas aset cadangan yang mendasari stablecoin.
Barnum menekankan bahwa ekosistem digital harus memiliki level pengawasan yang setara dengan lembaga finansial lainnya. Hal ini krusial agar investor dapat memahami sepenuhnya Risiko Stablecoin Berbunga dan tidak terjebak dalam krisis likuiditas yang mungkin timbul akibat kurangnya pengawasan pada instrumen perbankan paralel ini.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.