Pasar kripto saat ini sedang berada dalam fase wait and see yang cukup menegangkan. Di satu sisi, investor menanti kepastian regulasi dari Amerika Serikat melalui undang-undang baru yang kerap disebut sebagai “Clarity Act”. Di sisi lain, pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang cenderung menyamping (sideways) memicu kekhawatiran akan adanya koreksi sebelum reli berlanjut.
Trader legendaris, Peter Brandt, kembali memberikan pandangannya mengenai struktur pasar ini. Apakah ini saatnya akumulasi atau justru waspada terhadap “jebakan banteng”? Mari kita dalami detail analisis Peter Brandt mengenai situasi tersebut.
Salah satu faktor fundamental yang menahan laju Bitcoin saat ini adalah ketidakpastian legislatif di Washington. Investor institusi membutuhkan lampu hijau yang jelas sebelum menggelontorkan dana jumbo mereka secara agresif.
Melansir laporan utama dari Cointelegraph, RUU yang bertujuan memberikan “kejelasan” (clarity) pada industri aset digital ini menjadi pedang bermata dua. Jika disahkan dengan poin-poin yang pro-inovasi, ini bisa menjadi katalis bull run terbesar.
Namun, penundaan atau pasal yang ambigu justru membuat pasar ragu-ragu, menyebabkan volume perdagangan menipis dan harga terjebak dalam konsolidasi yang membosankan.
Baca Juga: The Next MicroStrategy? Saham Metaplanet Tembus Pasar AS Gandeng Deutsche Bank
Secara teknikal, analisis Peter Brandt menyoroti pola grafik yang disebutnya sebagai “coiling” atau pergerakan harga yang semakin menyempit menyerupai pegas yang ditekan. Brandt memperingatkan bahwa pola ini seringkali mengecoh trader, terutama pemula yang tidak sabaran.
Ia memprediksi adanya potensi pergerakan harga yang choppy (naik-turun tidak jelas) atau bahkan penurunan tajam (flush out) untuk membersihkan posisi leverage yang berlebihan sebelum tren naik yang sebenarnya dimulai.
Mengutip ulasan dari U.Today, level-level kunci saat ini harus diperhatikan dengan seksama. Brandt sering mengingatkan bahwa dalam pola coiling, pasar sedang “mengisi energi” untuk pergerakan eksplosif berikutnya, namun arahnya sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan support vitalnya.
Pesan utama dari situasi regulasi AS saat ini adalah disiplin. Jika “Clarity Act” memberikan sinyal positif dan Bitcoin berhasil menembus resistensi pola coiling-nya, target harga psikologis $100.000+ kembali terbuka lebar. Sebaliknya, trader harus waspada terhadap fake-out.
Bagi investor jangka panjang, fase konsolidasi ini mungkin adalah kesempatan akumulasi. Namun, poin krusial dari analisis Peter Brandt ini mengingatkan kita bahwa volatilitas jangka pendek bisa sangat mematikan jika tidak menggunakan manajemen risiko yang ketat.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…
Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…
Investasi emas selama ini identik dengan urusan penyimpanan yang merepotkan, mulai dari biaya brankas, asuransi,…
This website uses cookies.