Categories: Berita

Babak Belur! Bitmine Ethereum Strategy Mengalami Kerugian Sebesar $6,5 Miliar

Volatilitas pasar kripto tidak hanya memukul investor ritel, tetapi juga mengguncang portofolio raksasa institusi. Bitmine, salah satu perusahaan pemegang aset digital terbesar, kini menjadi sorotan setelah strategi akumulasi agresif pada Ethereum (ETH) berbalik menekan neraca keuangan perusahaan.

Menyusul koreksi tajam harga Ethereum, nilai investasi Bitmine dilaporkan menyusut drastis, mencatatkan kerugian yang belum terealisasi (paper loss) dengan angka yang mencengangkan.

Portofolio Merah di Tengah Badai Pasar

Bitmine dikenal sebagai entitas yang berani mempertaruhkan masa depannya pada ekosistem Ethereum. Namun, langkah berani ini kini harus dibayar mahal.

Data pasar menunjukkan bahwa harga rata-rata pembelian (average entry price) Bitmine kini berada jauh di atas harga pasar Ethereum yang sedang tertekan.

Melansir dari platform analitik Dropstab, total paper loss yang diderita Bitmine kini telah menyentuh angka $6,5 Miliar (sekitar Rp 109 Triliun).

Angka tersebut bisa semakin membengkak seiring dengan jatuhnya harga Ethereum yang gagal mempertahankan level support psikologisnya dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Rekor Kerugian Fantastis: Trader Tunggal Rungkat $200 Juta!

Keyakinan Jangka Panjang vs Tekanan Jangka Pendek

Meskipun angka kerugian di atas kertas terlihat mengerikan, manajemen Bitmine tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan panic selling.

Strategi mereka sejak awal adalah investasi jangka panjang (HODL), dengan keyakinan bahwa Ethereum akan tetap menjadi tulang punggung internet terdesentralisasi (Web3).

Namun, para analis memperingatkan bahwa jika tren penurunan berlanjut, tekanan dari pemegang saham bisa memaksa Bitmine untuk mengevaluasi ulang posisi mereka.

Dalam ulasan lebih lanjut mengenai kondisi pasar Bitmine, situasi ini disebut sebagai ujian mental terbesar bagi institusi tersebut sejak mereka pertama kali masuk ke pasar kripto.

Dampak Bagi Ekosistem Kripto

Posisi Bitmine yang sangat besar di Ethereum menjadikan mereka sebagai market mover. Kekhawatiran terbesar pelaku pasar saat ini adalah potensi likuidasi.

Jika Bitmine terpaksa menjual sebagian asetnya untuk menutupi kerugian operasional atau kewajiban utang, hal itu dapat memicu efek domino yang menekan harga Ethereum lebih dalam lagi.

Untuk saat ini, mata investor tertuju pada laporan keuangan kuartalan Bitmine berikutnya. Apakah akan terus membeli di saat harga jatuh (buy the dip), atau mulai menyerah pada tekanan pasar.

Recent Posts

Bank Sentral Brasil Wajibkan Bursa Kripto Tunda Transfer Luar Negeri hingga 24 Jam

Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…

3 hours ago

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

9 hours ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

10 hours ago

Rusia Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Tutup Paksa Bursa Kripto di Moscow City

Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…

22 hours ago

Bybit Gugat Lazarus Group atas Insiden Peretasan $1,5 Miliar

Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…

1 day ago

Crypto Itu Judi atau Bukan? Ini Jawaban dari Berbagai Sudut Pandang

Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…

1 day ago

This website uses cookies.