Categories: Berita

Rekor Kerugian Fantastis: Trader Tunggal Rungkat $200 Juta!

Pasar kripto kembali mengalami “mandi darah” pada awal bulan ini. Dalam sebuah peristiwa yang mencengangkan komunitas global, seorang trader tunggal dilaporkan mengalami kerugian mencapai $200 Juta dari tiga posisi perdagangan.

Kejadian ini bersamaan dengan jatuhnya harga Bitcoin yang menyentuh level $75.850, menjadi pemicu gelombang likuidasi massal pada perdagangan derivatif.

Likuidasi Raksasa di Hyperliquid

Berdasarkan data on-chain, likuidasi terbesar ini terjadi di Hyperliquid, sebuah bursa derivatif terdesentralisasi (DEX) yang sedang naik daun. trader tunggal memegang tiga posisi long pada aset Ethereum, Bitcoin dan Solana.

Sayangnya, pasar bergerak berlawanan arah dengan sangat cepat. Seluruh posisi terlikuidasi ketika harga Ether tergelincir ke level $2,225, posisi tidak mampu menahan margin call dan akhirnya dihapus paksa oleh sistem.

Kerugian yang dialami oleh trader dari tiga posisi tersebut tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam aktivitas perdagangan derivatif kripto dalam periode terbaru.

Baca Juga: Founder OKX Tuding Binance Jadi “Biang Kerok” Jatuhnya Pasar Kripto Bulan Oktober

Efek Domino: $2,6 Miliar Hangus dalam Semalam

Nasib malang yang dialami trader tunggal tersebut hanyalah merepresentasikan sebagian kecil dari isu yang lebih luas.

Penurunan harga Bitcoin menjadi katalis utama terjadinya market crash pada hari ini, yang akhirnya menekan Ethereum serta berbagai aset kripto lainnya bergerak ke zona merah.

Volatilitas ekstrem ini diperparah oleh likuiditas pasar yang tipis di akhir pekan. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa likuidasi di seluruh bursa kripto mencapai angka fantastis, $2,6 Miliar hanya dalam waktu 24 jam.

Sebanyak lebih dari 415,642 trader dipaksa menutup posisi mereka, dengan mayoritas kerugian diderita oleh trader yang memasang posisi long.

Pelajaran Mahal bagi Investor

Insiden dari trader tunggal ini kembali menjadi pengingat keras akan risiko tinggi penggunaan leverage dalam perdagangan aset kripto.

Dex Hyperliquid sendiri, total likuidasi tercatat mencapai $1,09 miliar, menyumbang hampir 40% dari total kerugian global, mengalahkan bursa raksasa seperti Bybit dan Binance.

Bagi investor ritel, momen ini menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati. “Ketika paus saja bisa tenggelam, ikan kecil harus lebih waspada,” ujar analis pasar menanggapi tragedi finansial ini.

Recent Posts

BitMEX Resmi Menutup Layanan Trading Kripto, Bagaimana Nasib Dana Pengguna?

Bursa kripto paling ikonik di industri aset digital, BitMEX, sang raksasa pelopor bursa derivatif yang…

2 hours ago

21Shares Meluncurkan ETP Zcash (ZEC) dan Ether.fi (ETHFI) di Eropa

Perusahaan manajemen aset global, 21Shares, kian memperluas jangkauan investasi kripto institusional di benua Eropa. Kali…

4 hours ago

Binance Beli Saham Circle $100 Juta, Siap Promosikan USDC Selama 5 Tahun

Peta kekuatan stablecoin di industri kripto baru saja mengalami pergeseran tektonik! Bursa kripto terbesar dunia,…

23 hours ago

Hujan Duit! ETF Bitcoin Spot Membukukan Inflow $998 Juta

Euforia institusi kembali meledak! Di tengah reli kuat yang mendorong harga Bitcoin terbang tinggi, instrumen…

1 day ago

Circle Luncurkan Layanan Pinjaman USDC Beragun Bitcoin untuk Klien Institusi

Penerbit stablecoin raksasa, Circle, meluncurkan gebrakan finansial besar yang siap mengubah peta likuiditas di pasar…

1 day ago

Bitcoin Menembus $85.000, Short Squeeze Hanguskan Posisi Bearish $648 Juta

Bitcoin (BTC) kembali memamerkan dominasinya dengan melesat menembus level psikologis harga $85.000. Kenaikan harga yang…

2 days ago

This website uses cookies.