Bank of Japan Uji Coba Blockchain untuk Sistem Penyelesaian Cadangan Bank

Transformasi digital di sektor perbankan tradisional semakin nyata. Bank of Japan (BOJ), secara resmi mengumumkan rencana untuk melakukan uji coba teknis menggunakan teknologi blockchain. Eksperimen ini ditujukan untuk memfasilitasi sistem penyelesaian simpanan (settlement) yang disimpan oleh berbagai lembaga keuangan di bank sentral tersebut.

Langkah ini diungkapkan langsung oleh Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, dalam pidatonya berjudul “Ekosistem Keuangan Baru dan Peran Bank Sentral”. Proyek sandbox (ruang uji coba terbatas) ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi integrasi antara mata uang bank sentral dengan teknologi desentralisasi.

Eksplorasi Sandbox dan Interoperabilitas Sistem

Eksperimen teknis ini akan berfokus pada penyelesaian menggunakan uang bank sentral dalam bentuk simpanan rekening giro pada sistem yang menggunakan jaringan blockchain.

Ueda menjelaskan uji coba ini akan meneliti secara mendalam “metode koneksi dengan sistem yang sudah ada” serta berbagai use cases yang relevan, termasuk penyelesaian antarbank domestik dan penyelesaian sekuritas.

Baca Juga: AKP Turki Mengusulkan Pajak 10% untuk Keuntungan Kripto, Adopsi Makin Dibatasi?

Dalam pelaksanaannya, Bank of Japan akan menggandeng pakar eksternal, menegaskan bahwa langkah ini murni merupakan uji teknis yang terkontrol, bukan peluncuran kebijakan resmi.

Salah satu target utama dari sandbox ini adalah mempelajari tingkat interoperabilitas jaringan blockchain dengan infrastruktur saat ini, terutama Sistem Jaringan Keuangan Bank of Japan (BOJ-NET).

Modernisasi Keuangan di Tengah Visi “New Capitalism” Jepang

Eksperimen Bank of Japan tidak lepas dari peringatan akan risiko desain terkait smart contracts. Ueda menyoroti jika desain tidak memadai, berpotensi mengancam stabilitas pasar keuangan dan sistem pembayaran nasional. Karena itu, uji coba ketat ini menjadi fase yang sangat krusial.

Lebih lanjut, inisiatif ini sejalan dengan kerangka regulasi aset digital Jepang. Mengutip laporan Cointelegraph, pemerintah Jepang telah membingkai blockchain dan tokenisasi sebagai strategi pertumbuhan “New Capitalism 2025”, yang memposisikan infrastruktur digital sebagai pilar utama modernisasi finansial.