Categories: Berita

Bank Sentral Amerika Serikat dan Inggris Berikan Pandangan Soal Masa Depan Stablecoin

Masa depan aset digital, khususnya stablecoin, kini berada di persimpangan jalan akibat perbedaan perspektif antara dua otoritas keuangan. Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan Inggris (Bank of England) baru-baru ini melontarkan pandangan yang kontras mengenai peran stablecoin dalam sistem moneter global, menciptakan ketidakpastian baru bagi para pelaku pasar.

Perdebatan ini berfokus pada apakah stablecoin harus dianggap sebagai sebuah inovasi yang mendukung sistem pembayaran atau justru menjadi ancaman bagi stabilitas keuangan tradisional.

Federal Reserve: Fokus pada Inovasi dan Efisiensi

Di sisi Amerika Serikat, beberapa pejabat regulator cenderung melihat potensi besar dalam stablecoin untuk meningkatkan efisiensi transaksi ritel maupun grosir.

Mereka mengakui bahwa jika diatur dengan benar, stablecoin dapat menawarkan kecepatan penyelesaian (settlement) yang jauh melampaui sistem perbankan korespondensi yang ada saat ini.

AS menekankan pentingnya kerangka hukum agar aset digital ini tidak menimbulkan risiko sistemik. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap koin yang beredar didukung sepenuhnya oleh cadangan aset likuid yang transparan.

Baca Juga: Minnesota Lawan Dominasi Wall Street: Bank Lokal Kini Bisa Simpan Bitcoin!

Bank of England: Pendekatan yang Lebih Konservatif dan Waspada

Berbeda dengan kolega mereka di seberang Atlantik, para bankir sentral Inggris cenderung bersikap hati-hati. Bank of England (BoE) mengkhawatirkan bahwa adopsi stablecoin secara massal dapat mengganggu fungsi intermediasi perbankan tradisional.

Jika masyarakat lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk stablecoin daripada deposito bank, hal ini dikhawatirkan dapat membatasi kemampuan bank untuk menyalurkan kredit kepada sektor riil.

Inggris lebih condong mendorong pengembangan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) atau Digital Pound sebagai alternatif yang lebih aman dan terkendali dibandingkan stablecoin yang diterbitkan oleh perusahaan swasta.

Baca Juga: Gebrakan Baru! Coinbase Sokong Peluncuran Stablecoin USDF di Jaringan Solana

Implikasi bagi Investor Global

Perbedaan visi ini menunjukkan bahwa regulasi kripto global masih jauh dari kata seragam. Bagi investor dan perusahaan penerbit stablecoin, tantangan terbesarnya adalah menavigasi aturan yang berbeda-beda di setiap yurisdiksi.

Sinkronisasi kebijakan antara AS dan Inggris akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah stablecoin akan menjadi pilar utama keuangan masa depan atau tetap menjadi instrumen niche yang diawasi ketat.

Recent Posts

Bank Sentral Brasil Wajibkan Bursa Kripto Tunda Transfer Luar Negeri hingga 24 Jam

Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…

2 hours ago

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

8 hours ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

9 hours ago

Rusia Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Tutup Paksa Bursa Kripto di Moscow City

Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…

21 hours ago

Bybit Gugat Lazarus Group atas Insiden Peretasan $1,5 Miliar

Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…

1 day ago

Crypto Itu Judi atau Bukan? Ini Jawaban dari Berbagai Sudut Pandang

Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…

1 day ago

This website uses cookies.