Categories: Berita

Circle Bekukan USDC Senilai $12,6 Juta yang Terhubung ke Protokol Privasi Zama

Isu kepatuhan terhadap regulasi anti-pencucian uang kembali mengguncang dunia kripto. Salah satu penerbit stablecoin terbesar di dunia, Circle, mengambil tindakan drastis dengan membekukan dana USDC senilai USD 12,6 juta. Menurut pakar onchain ZachXBT dana tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan Zama, sebuah protokol yang fokus pada teknologi privasi tingkat tinggi.

Langkah ini mempertegas posisi perusahaan rintisan keuangan tersebut dalam mematuhi standar hukum internasional, meski harus berbenturan dengan nilai privasi yang dijunjung tinggi oleh komunitas blockchain.

Ketegangan Antara Inovasi Privasi dan Regulasi Global

Tindakan pembekuan USDC oleh Circle ini dipicu oleh kekhawatiran regulator mengenai potensi penyalahgunaan teknologi privasi untuk aktivitas ilegal.

Zama sendiri dikenal sebagai pionir dalam teknologi Fully Homomorphic Encryption (FHE), yang memungkinkan pemrosesan data tanpa perlu membuka enkripsinya.

Transparansi tetap menjadi prioritas utama bagi penerbit aset digital yang ingin beroperasi secara legal di pasar AS dan Eropa.

Circle secara rutin memantau alamat dompet yang masuk dalam daftar sanksi atau terlibat dalam protokol yang dianggap berisiko tinggi oleh otoritas keuangan.

Baca Juga: Ekspansi Global! OKX Ventures Akuisisi Saham Coinone Senilai $53 Juta

Dampak Bagi Ekosistem Stablecoin

Kasus ini menjadi pengingat bagi para investor bahwa stablecoin terpusat tetap berada di bawah kendali perusahaan penerbitnya.

Berbeda dengan aset yang murni terdesentralisasi, stablecoin memiliki “tombol pemutus” yang dapat diaktifkan kapan saja jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Kejadian ini diperkirakan akan memicu debat panjang mengenai masa depan protokol privasi di ekosistem kripto.

Banyak pengembang mulai merasa terancam bahwa teknologi yang mereka bangun untuk melindungi data pengguna justru menjadi target pembekuan aset oleh entitas terpusat.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

16 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

2 days ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

2 days ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

2 days ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

3 days ago

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…

4 days ago

This website uses cookies.