Categories: Berita

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi) dan industri kripto. Perusahaan yang mengelola dana triliunan dolar ini mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan dua Exchange-Traded Funds (ETF) yang akan mengalihkan dividen saham menjadi akumulasi Bitcoin.

Langkah taktis ini menandai sebuah evolusi baru bagaimana Wall Street dapat mengemas aset digital.

Alih-alih meluncurkan produk investasi kripto murni, struktur ini dirancang bagi para investor konservatif yang ingin mencicipi potensi keuntungan Bitcoin secara pasif melalui pendapatan dividen saham-saham papan atas Amerika Serikat.

Strategi “Bitcoin DRIP”: Akumulasi Tanpa Modal Tambahan

Kedua produk baru yang diajukan Franklin Templeton diberi nama Franklin US Equity Bitcoin DRIP Index ETF dan Franklin US Innovation Bitcoin DRIP Index ETF.

Istilah DRIP mengacu pada Dividend Reinvestment Plan, sebuah fitur yang sangat akrab di pasar saham tradisional di mana dividen tunai biasanya digunakan kembali untuk membeli lembar saham tambahan. Namun, Franklin Templeton memodifikasi konsep lama tersebut dengan cara yang sangat cerdas.

Kedua reksa dana indeks ini nantinya akan memulai portofolio mereka dengan alokasi awal berupa 95% saham berkapitalisasi besar AS dan 5% paparan langsung ke Bitcoin.

Tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham, manajer investasi akan langsung menyalurkan aliran dana dividen untuk membeli produk investasi terkait Bitcoin, seperti spot Bitcoin ETF, kontrak berjangka, maupun instrumen lainnya.

Baca Juga: Tether Resmi Menghentikan Stablecoin Beragun Emas aUSDT Demi Fokus pada Proyek Baru

Mekanisme Pembatasan Risiko dan Target Peluncuran Pasar

Meskipun strategi akumulasi mirip dengan metode Dollar-Cost Averaging (DCA), Franklin Templeton tetap menerapkan batas manajemen risiko yang ketat demi melindungi nilai aset dasar para investor tradisional.

Fluktuasi harga Bitcoin yang tinggi diantisipasi melalui aturan batas atas (cap) portofolio agar tidak mendominasi porsi ekuitas utamanya.

Batasan ekspresi Bitcoin pada reksa dana berbasis dividen, porsi Bitcoin di dalam produk ini dibatasi maksimal 20% di antara periode penyeimbangan kembali kuartalan.

Jika pergerakan harga Bitcoin melonjak tajam hingga melewati batas tersebut, sistem secara otomatis akan memangkas kelebihan porsi kripto dan mengembalikannya ke target dasar sekitar 4,5%.

Berdasarkan berkas dokumen pendaftaran, instrumen hibrida finansial ini ditargetkan mulai efektif dan meluncur ke pasar paling cepat pada 1 September 2026.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

10 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

1 day ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

1 day ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

1 day ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

2 days ago

Ethereum Foundation Kembali Kehilangan Pemimpin Kunci: Co-Executive Director Hsiao-Wei Wang Mengundurkan Diri

Ekosistem desentralisasi terbesar di dunia, Ethereum, menghadapi gelombang perubahan di jajaran manajemen kunci. Dalam kabar…

4 days ago

This website uses cookies.