Categories: Berita

Binance Gandeng Franklin Templeton, Gunakan Dana Pasar Uang yang di Tokenisasi sebagai Jaminan

Batas antara keuangan tradisional (TradFi) dan aset kripto kian menipis. Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan manajer aset global, Franklin Templeton, untuk menghadirkan solusi manajemen modal yang revolusioner bagi para trader institusi.

Dalam langkah yang digadang-gadang akan mengubah standar industri, Binance kini memungkinkan penggunaan Dana Pasar Uang yang ditokenisasi sebagai jaminan perdagangan (trading collateral) di luar bursa.

Keamanan Aset Institusi Jadi Prioritas

Melalui skema ini, para pedagang institusi tidak perlu lagi menyimpan mata uang fiat atau stablecoin dalam jumlah besar langsung di dalam hot wallet bursa yang berisiko.

Sebaliknya, mereka dapat memarkir modal mereka dalam produk investasi aman milik Franklin Templeton, seperti Benji Investments, sambil tetap memiliki likuiditas untuk trading di Binance.

Baca Juga: LayerZero Luncurkan Blockchain “Zero”: Targetkan 2 Juta TPS!

Sebagaimana dari laporan resmi Binance, inisiatif ini untuk menjawab kekhawatiran terbesar investor pasca-krisis pertukaran di masa lalu yaitu risiko pihak lawan (counterparty risk).

Dengan menyimpan aset di luar bursa, dana investor tetap aman dalam instrumen pasar uang yang tergulasi, namun nilai aset tersebut ditokenisasi untuk digunakan sebagai margin di bursa Binance.

Meningkatkan Efisiensi Modal via RWA

Langkah ini juga mempertegas dominasi narasi Real World Assets (RWA) di tahun 2026. Franklin Templeton, yang mengelola aset triliunan dolar, telah menjadi pelopor dalam membawa surat berharga AS (US Treasury) ke dalam blockchain.

Dengan integrasi ini, pemegang token dana pasar uang tidak hanya mendapatkan imbal hasil (yield) dari investasi tradisional mereka, tetapi juga utilitas instan di pasar kripto.

Mengutip dari CoinDesk, tokenisasi ini menciptakan jembatan efisiensi modal, di mana uang “diam” kini bisa bekerja ganda, mendapatkan bunga  pasar uang sekaligus menjadi peluru trading.

Standar Baru Industri Kripto

Kemitraan antara Binance dan Franklin Templeton ini diprediksi akan memaksa bursa kripto tier-1 lainnya untuk mengadopsi langkah serupa.

Kemampuan untuk menggunakan aset berkualitas tinggi sebagai jaminan tanpa harus mentransfer kepemilikan fisik aset tersebut ke bursa adalah “Holy Grail” yang selama ini dicari oleh hedge fund dan investor institusi.

Recent Posts

Trump Media Resmi Mengakhiri Kemitraan Strategis dengan Crypto.com

Perusahaan induk dari platform media sosial Truth Social, Trump Media & Technology Group (TMTG), bersama…

2 hours ago

Bank Sentral Brasil Wajibkan Bursa Kripto Tunda Transfer Luar Negeri hingga 24 Jam

Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…

6 hours ago

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

12 hours ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

13 hours ago

Rusia Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Tutup Paksa Bursa Kripto di Moscow City

Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…

1 day ago

Bybit Gugat Lazarus Group atas Insiden Peretasan $1,5 Miliar

Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…

1 day ago

This website uses cookies.