Pasar aset digital kembali menghadapi ujian berat pada akhir pekan ini. Harga Bitcoin kembali merosot tajam hingga menembus level psikologis $63.000 pada perdagangan hari Sabtu (28/2/2026), menyusul memanasnya eskalasi geopolitik secara mendadak di kawasan Timur Tengah.
Kepanikan melanda para pelaku pasar aset digital setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Merosotnya harga akibat serangan AS dan Israel ke Iran, mata uang kripto terbesar di dunia ini merosot 4% dalam hitungan jam. Membawa Bitcoin hampir menyentuh titik terendahnya seperti pada awal Februari.
Bitcoin Sebagai “Katup Pelepas Tekanan” Akhir Pekan
Aksi jual massal (sell-off) yang terjadi secara tiba-tiba ini bukanlah fenomena baru, melainkan sebuah pola yang sudah sangat dipahami oleh para analis kripto.
Berbeda dengan pasar saham tradisional atau obligasi yang tutup di akhir pekan, pasar kripto beroperasi 24 jam penuh tanpa hari libur.
Baca Juga: Morgan Stanley Mengajukan Lisensi untuk Layanan Kripto: Dari Kustodian Hingga Staking!
Kondisi inilah yang membuat Bitcoin sering kali berfungsi layaknya “katup pelepas tekanan” (pressure valve) bagi sentimen pasar global.
Ketika sebuah risiko geopolitik meledak di luar jam perdagangan bursa konvensional, para investor hanya memiliki sedikit opsi aset likuid besar dan Bitcoin menjadi sasaran utamanya.
Efek Domino ke Altcoin
Serangan ini berisiko memicu konflik regional yang lebih luas, setelah sebelumnya terjadi penumpukan kekuatan militer AS selama sebulan dan macetnya negosiasi terkait program nuklir Iran.
Mengenai harga Bitcoin yang merosot ke level $63.000, gelombang merah tak hanya menyelimuti Bitcoin. Altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL) turut terseret jatuh mengekor tren pelemahan sang raja kripto.
Saat ini waktunya kita memantau level support $60.000. Jika eskalasi konflik makin memanas, bukan tidak mungkin pasar kripto akan melihat koreksi yang lebih dalam sebelum menemukan pijakan barunya.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





