Pasar kripto mengawali pekan pertama dengan kejutan besar. Harga Bitcoin melampaui angka psikologis $93.000 pada Senin (5/1/2026), Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan semakin memanasnya situasi geopolitik di Amerika Latin pasca operasi militer Amerika Serikat di Caracas, Venezuela.
Beberapa analis kini mulai menyoroti nasib cadangan Bitcoin milik Venezuela yang diperkirakan berjumlah besar, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro yang memicu spekulasi mengenai potensi pembekuan aset oleh Departemen Keuangan AS.
Apabila AS menyita aset kripto milik pemerintah Venezuela, maka pasar berpotensi mengalami supply shock yang signifikan. Sebagaimana dilaporkan oleh KuCoin News, cadangan Bitcoin milik Venezuela diperkirakan mencapai 400.000 hingga 660.000 Bitcoin, sebuah jumlah yang bisa mengubah dinamika suplai global.
Baca Juga: PwC Tancap Gas! Stablecoin Jadi Kunci Utama Transformasi Keuangan Global
Selain faktor geopolitik, reli ini juga diperkuat oleh likuidasi posisi short senilai $180 juta dalam waktu singkat. Adapun menurut LiveMint, reli ini disebabkan oleh Inflow ETF Bitcoin di AS yang terus melonjak, menunjukkan bahwa investor memanfaatkan momentum ketidakpastian geopolitik ini untuk mengakumulasi Bitcoin.
Secara teknis, Bitcoin kini berada dalam fase price discovery. Ketahanan harga di atas $90.000 selama akhir pekan menunjukkan akumulasi yang kuat dari para “paus” (whales). Banyak pengamat pasar kini memasang target berikutnya di angka $95.000 sebelum akhirnya mencoba menembus level legendaris $100.000 pada kuartal pertama tahun ini.
Volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi seiring dengan berlanjutnya tensi geopolitik global. Namun satu hal yang pasti, peristiwa ini memperkokoh fundamental Bitcoin sebagai “emas digital” sebuah aset safe haven modern yang resilien terhadap disrupsi sistem keuangan konvensional di tengah situasi krisis.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.