Categories: Berita

Bitmine “Buy the Dip” Saat Ethereum Terkoreksi, Tom Lee Sebut Harga Minyak Jadi Pemicu!

Saat harga Ethereum mengalami koreksi tajam, pemain besar justru melihat ini sebagai peluang emas. Salah satunya adalah perusahaan penambangan dan investasi kripto, Bitmine, yang secara agresif melakukan aksi buy the dip. Di sisi lain, pakar pasar menyoroti faktor makroekonomi sebagai biang keladi di balik penurunan ini.

Langkah berani yang diambil oleh Bitmine dan analisis tajam mengenai harga energi memberikan perspektif baru bagi para investor di tengah kepanikan pasar.

Agresivitas Bitmine di Tengah Badai

Di saat investor ritel cenderung wait and see atau bahkan panic selling, Bitmine justru mengambil langkah sebaliknya. Perusahaan memanfaatkan momentum penurunan harga Ethereum untuk mengakumulasi.

Strategi buy the dip yang dilakukan Bitmine ini menunjukkan keyakinan jangka panjang institusi terhadap fundamental Ethereum.

Bagi pemain besar seperti Bitmine, koreksi pasar bukan sebuah ancaman, melainkan sebuah momen strategis untuk memperkuat portofolio mereka sebelum siklus bullish berikutnya kembali bergulir.

Baca Juga: Strategi Geopolitik? Iran Bersiap Mengubah Selat Hormuz Jadi Pasar Asuransi Bitcoin

Tom Lee: Korelasi Mengejutkan ETH dan Harga Minyak

Lalu, apa yang sebenarnya memicu pelemahan harga Ethereum saat ini?

Analis pasar senior sekaligus Chairman Bitmine, Tom Lee, memberikan pandangan yang menarik. Ia mengaitkan pullback yang dialami oleh Ethereum dan pasar kripto secara luas dengan lonjakan harga minyak mentah global.

Naiknya harga energi memicu kekhawatiran terkait inflasi. Ketika inflasi merangkak naik akibat mahalnya biaya energi, bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat.

Kondisi likuiditas yang mengetat inilah yang akhirnya memberikan tekanan berat pada aset-aset berisiko (risk-on assets), termasuk saham teknologi dan aset kripto seperti Ethereum.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

13 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

1 day ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

1 day ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

2 days ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

3 days ago

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…

4 days ago

This website uses cookies.