Categories: Berita

BNY Perluas Layanan Kelas Institusi untuk Stablecoin, Gandeng Circle

Hubungan antara sistem perbankan tradisional Wall Street dan ekosistem aset digital kian erat. BNY, bank kustodian tertua dan terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan langkah ekspansi besar-besaran pada infrastruktur layanan aset digital mereka dengan mengintegrasikan layanan manajemen likuiditas dan kustodian untuk stablecoin kelas institusional.

Dalam implementasi fase pertamanya, BNY memilih melakukan kolaborasi strategis dengan Circle, penerbit mata uang dolar digital terbesar kedua di dunia, USD Coin (USDC).

Langkah ini menandai tonggak sejarah baru di mana institusi finansial sistemik global mulai memfasilitasi sirkulasi uang kripto secara masif dan patuh hukum.

Menjembatani Likuiditas Wall Street dengan Efisiensi Blockchain

Ekspansi layanan ini dirancang untuk memenuhi lonjakan permintaan dari para manajer aset, dana pensiun, dan korporasi yang ingin masuk ke pasar aset digital tanpa harus keluar dari lingkaran proteksi perbankan reguler.

BNY akan bertindak sebagai bank kustodian utama yang mengelola cadangan tunai dan surat berharga yang mendasari nilai pasak dari aset dolar digital tersebut.

Namun, Kemitraan strategis dengan Circle ini, BNY tidak hanya berfokus pada penyimpanan aset cadangan secara aman.

BNY juga mengintegrasikan sistem kliring otomatis yang memungkinkan institusi keuangan melakukan penyelesaian transaksi lintas batas secara instan selama 24/7, dan memangkas birokrasi transfer antarbank konvensional.

Baca Juga: CEO Ripple Kritik Strategi Agresif Michael Saylor yang Dianggap “Merugikan” Kripto

Validasi Kuat Bagi Masa Depan Aset Digital yang Teregulasi

Keterlibatan langsung BNY menjadi sinyal hijau yang sangat kuat bahwa era ketidakpastian stablecoin di mata hukum finansial Amerika Serikat mulai berakhir.

Dengan menggunakan standar audit ketat perbankan tier-1, kolaborasi ini bisa menghapus keraguan para pelaku pasar tradisional mengenai transparansi aset jaminan yang selama ini sering menjadi polemik di industri kripto.

Adopsi USDC oleh institusi sekelas BNY berpotensi memicu efek domino bagi bank-bank besar lainnya untuk segera meluncurkan produk serupa.

Integrasi ini sekaligus menegaskan stablecoin bukan sekadar alat spekulasi perdagangan di bursa kripto, melainkan telah berevolusi menjadi infrastruktur pembayaran masa depan yang sah, efisien, dan diakui oleh sistem keuangan global.

Recent Posts

Data Pasar dari Hyperliquid Resmi Masuk Bloomberg Terminal

Kabar menggembirakan datang dari bursa perpetual kripto terkemuka, Hyperliquid. Data untuk perpetual contract di Hyperliquid…

1 day ago

Payward Melakukan Kemitraan Strategis dengan Singapore Gulf Bank

Payward, perusahaan infrastruktur keuangan di balik bursa kripto terkemuka Kraken, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis…

2 days ago

OKX Bersama Induk NYSE Akan Luncurkan Platform Tokenisasi Saham AS

Dalam sebuah langkah yang berpotensi mengubah lanskap pasar modal dunia, bursa kripto OKX tengah memproses…

2 days ago

Saham Masuk Blockchain! Korea Selatan Siap Tokenisasi Saham di 2027

Gelombang adopsi blockchain tingkat negara kini memasuki babak baru yang sangat masif, dan kali ini…

3 days ago

Tether Bersiap Integrasikan Kembali USDT ke Jaringan Bitcoin Bulan Ini

Setelah lama bermigrasi dan mendominasi berbagai blockchain, stablecoin terbesar di dunia akhirnya memutuskan untuk integrasi…

4 days ago

Citigroup Tergetkan Harga Bitcoin Tembus $113.000 dalam 12 Bulan ke Depan

Sentimen bullish di pasar aset digital kembali bergemuruh setelah raksasa perbankan Wall Street, Citigroup, resmi…

5 days ago

This website uses cookies.