Dunia investasi aset digital kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Di tengah fluktuasi pasar yang cukup tajam, fokus utama para investor institusi kini tertuju pada satu metrik krusial, yaitu Inflow ETF XRP Spot.
ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pergeseran strategi besar-besaran di mana instrumen ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis kripto mulai memperlihatkan tren divergensi yang sangat unik antara Ether dan jajaran altcoin lainnya.
Setelah terjebak dalam zona merah selama tujuh hari berturut-turut, ETF Ether akhirnya mencatatkan napas lega. Pada perdagangan Senin lalu, instrumen ini berhasil meraup aliran dana masuk (inflow) bersih sebesar $84,6 juta.
Angka ini merupakan pembalikan tren yang signifikan mengingat pekan sebelumnya lebih dari $700 juta keluar dari produk Ether spot.
Mengutip laporan dari Cointelegraph, lonjakan ini menandakan bahwa tekanan jual mulai mereda dan investor mulai melihat harga ETH saat ini sebagai titik masuk yang menarik.
Jika Ether baru saja bangun dari tidurnya, XRP justru menunjukkan performa yang sangat konsisten dan solid. Berbeda dengan aset lain yang sering mengalami volatilitas arus modal, data menunjukkan bahwa Inflow ETF XRP mencatatkan rekor tanpa satu hari pun mengalami outflow bersih sejak pertama kali diluncurkan.
Pada perdagangan terbaru, XRP mencatatkan inflow tambahan sebesar $43,9 juta, yang membawa total akumulasi dana masuk melampaui angka fantastis $1,1 miliar.
Hal ini membuktikan bahwa narasi XRP sebagai aset penyelesaian pembayaran global semakin kuat dan dipercaya oleh para pengelola dana besar di pasar global.
| Aset Kripto | Status Arus Modal | Total Akumulasi (Est.) |
| XRP | Inflow Konsisten | $1,1 Miliar+ |
| Ether (ETH) | Pemulihan (Recovery) | -$615 Juta (Net YTD) |
| Solana (SOL) | Inflow Stabil | $750 Juta |
| Chainlink (LINK) | Inflow Inkremental | $2 Juta (Pekan Ini) |
Baca Juga: Siap Banjir Likuiditas! Pasar Kripto Hong Kong Buka Pintu bagi Dana Asuransi
Meski beberapa altcoin menunjukkan performa positif, secara global pasar ETP kripto sempat kehilangan hampir $1 miliar pekan lalu. Analis pasar menyebutkan bahwa ketidakpastian regulasi menjadi pemicu utama investor melakukan aksi “wait and see”.
Data dari penyedia riset CoinShares menunjukkan bahwa sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada kejelasan hukum di Amerika Serikat. Namun, bagi pengamat senior, fase konsolidasi ini justru sering kali menjadi fondasi kuat sebelum bull run berikutnya benar-benar meledak.
Melihat tren yang ada, jelas bahwa minat terhadap aset digital tidak lagi hanya terpusat pada Bitcoin.
Keberhasilan Inflow ETF XRP dalam mempertahankan momentum positifnya memberikan sinyal kuat bahwa investor besar kini lebih menyukai aset dengan utilitas nyata dan kepastian ekosistem. Jika tren ini berlanjut, 2026 bisa menjadi tahun di mana altcoin benar-benar mengambil alih panggung utama keuangan global.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…
Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…
Investasi emas selama ini identik dengan urusan penyimpanan yang merepotkan, mulai dari biaya brankas, asuransi,…
This website uses cookies.