Categories: Berita

Efek Penurunan Harga Bitcoin, Raksasa Mining MARA Catat Kerugian $1,71 Miliar!

Volatilitas ekstrem yang melanda pasar kripto memakan korban di kalangan pemain institusional. Perusahaan penambang Bitcoin, MARA Holdings (sebelumnya dikenal sebagai Marathon Digital), melaporkan kerugian bersih yang sangat mengejutkan sebesar $1,71 miliar untuk kuartal keempat tahun 2025.

Angka ini berbanding terbalik secara drastis dengan keuntungan bersih sebesar $528,3 juta yang berhasil mereka dapat pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penurunan Nilai Aset Jadi Biang Kerok

Pukulan finansial terbesar bagi MARA ternyata tidak datang dari biaya operasional, melainkan dari penyesuaian nilai wajar (fair-value markdown) aset digital mereka yang mencatatkan angka minus hingga $1,5 miliar.

Hal ini merupakan imbas langsung dari penurunan harga Bitcoin dari kisaran $114.300 pada akhir September menjadi sekitar $88.800 pada akhir Desember 2025.

Selain itu, pendapatan kuartalan mereka juga sedikit tersendat, turun 6% menjadi $202,3 juta. Akibat rentetan sentimen negatif ini, harga saham MARA di Wall Street merosot tajam hingga 46% dalam enam bulan terakhir.

Source: Google Finance

Meski mencatatkan kerugian, dari sisi produksi MARA berhasil menambang 2.011 BTC di kuartal keempat. Perusahaan ini menutup tahun 2025 dengan memegang treasury sebanyak 53.822 BTC, yang bernilai sekitar $4,7 miliar.

Baca Juga: Ancaman Kuantum, Vitalik Buterin Merilis “Quantum Roadmap” untuk Lindungi Ethereum!

Banting Setir: Fokus ke Infrastruktur AI

Menyadari bahwa bergantung pada fluktuasi harga Bitcoin sangat berisiko, manajemen MARA mulai mengubah haluan strategi bisnis. Perusahaan saat ini sedang bertransisi dari penambang Bitcoin menjadi perusahaan infrastruktur digital dan energi masa depan.

Dalam surat kepada pemegang sahamnya, MARA mengumumkan kemitraan strategis bersama Starwood Digital Ventures. Bertujuan untuk menyulap lokasi pembangkit listrik mereka menjadi pusat data Artificial Intelligence (AI) dan High-Performance Computing (HPC).

Langkah hibrida MARA ini sejalan dengan tren industri mining saat ini (seperti yang dilakukan Hut 8), di mana perusahaan mulai mendiversifikasi sumber pendapatan mereka ke sektor penyewaan komputasi AI demi menutup kerugian saat siklus bearish melanda.

Recent Posts

Ekspansi Agresif! MoonPay Akan Akuisisi North Capital Senilai $60 Juta

Perusahaan pembayaran kripto, MoonPay, baru saja melakukan manuver korporasi, Dalam upaya mengamankan pijakan regulasi yang…

3 hours ago

BitMEX Resmi Menutup Layanan Trading Kripto, Bagaimana Nasib Dana Pengguna?

Bursa kripto paling ikonik di industri aset digital, BitMEX, sang raksasa pelopor bursa derivatif yang…

1 day ago

21Shares Meluncurkan ETP Zcash (ZEC) dan Ether.fi (ETHFI) di Eropa

Perusahaan manajemen aset global, 21Shares, kian memperluas jangkauan investasi kripto institusional di benua Eropa. Kali…

1 day ago

Binance Beli Saham Circle $100 Juta, Siap Promosikan USDC Selama 5 Tahun

Peta kekuatan stablecoin di industri kripto baru saja mengalami pergeseran tektonik! Bursa kripto terbesar dunia,…

2 days ago

Hujan Duit! ETF Bitcoin Spot Membukukan Inflow $998 Juta

Euforia institusi kembali meledak! Di tengah reli kuat yang mendorong harga Bitcoin terbang tinggi, instrumen…

2 days ago

Circle Luncurkan Layanan Pinjaman USDC Beragun Bitcoin untuk Klien Institusi

Penerbit stablecoin raksasa, Circle, meluncurkan gebrakan finansial besar yang siap mengubah peta likuiditas di pasar…

2 days ago

This website uses cookies.