Perkembangan teknologi komputasi kuantum (quantum computing) mulai dipandang sebagai ancaman serius bagi dunia kriptografi dan aset digital. Menyadari potensi bahaya yang mengintai, Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, merilis peta jalan anti-kuantum (Quantum Roadmap) untuk membentengi jaringan Ethereum dari ancaman peretasan di masa depan.
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa ekosistem kontrak pintar terbesar di dunia ini tidak runtuh saat komputer super canggih berhasil memecahkan algoritma enkripsi standar.
Melalui unggahan pada platform X, Vitalik membedah dan mengidentifikasi empat area krusial di dalam jaringan yang paling rentan terhadap serangan kuantum.
Dalam pemaparannya, Vitalik menjelaskan perombakan besar yang harus dilakukan pada arsitektur kriptografi Ethereum. Berikut adalah empat area utama beserta solusi yang ditawarkan:
Mengubah sistem menjadi kebal kuantum tentu membawa efek samping. Algoritma post-quantum membutuhkan beban komputasi yang lebih berat dan ukuran data yang lebih besar, bisa membuat biaya gas di Ethereum melonjak.
Baca Juga: ETHZilla Resmi Rebranding Menjadi Forum, Kini Fokus Sektor RWA!
Untuk menyiasati, Vitalik memperkenalkan konsep agregasi tanda tangan rekursif dan proof di tingkat protokol. Melalui pengenalan fitur yang disebut “frame transactions”, beberapa verifikasi dapat digabungkan sekaligus.
Inisiatif ini diproyeksikan mampu menekan lonjakan biaya gas secara signifikan hingga mendekati nol, sehingga menjaga efisiensi jaringan Ethereum.
Ancaman ini bukan sekadar fiksi ilmiah. Sebelumnya, Vitalik sempat memperingatkan bahwa ada kemungkinan komputer kuantum mampu meretas keamanan blockchain paling cepat pada tahun 2028.
Sebagai langkah mitigasi, saat ini Ethereum Foundation telah membentuk tim khusus post-quantum untuk mempercepat pengembangan teknologi keamanan, membuktikan komitmen untuk selalu lebih maju dalam menjaga keamanan penggunanya.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.