Ekonomi Mesin Dimulai! Coinbase Luncurkan Akun AI yang Bisa Trading dan Belanja Atas Nama Pengguna

Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) kini telah mencapai fase baru yang sangat radikal di sektor finansial digital. Raksasa bursa kripto asal Amerika Serikat, Coinbase, mengumumkan peluncuran fitur revolusioner bartajuk “Coinbase for Agents”.

Infrastruktur ini memungkinkan para pengguna untuk menghubungkan asisten AI langsung ke akun Coinbase guna melakukan aktivitas trading, mengelola aset, hingga mengeksekusi pembayaran secara mandiri.

Langkah yang menandakan sebuah pergeseran besar dari era di mana AI hanya berfungsi sebagai pemberi saran atau analis data, menjadi entitas ekonomi yang memiliki kapasitas eksekusi finansial penuh di bawah kendali pengguna.

AI Pintar yang Bisa Belanja Data dan Trading Crypto Secara Otonom

Melalui pemanfaatan protokol ini, asisten AI populer berbasis Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic kini dapat bertransformasi menjadi front-end untuk eksekusi transaksi keuangan.

Peluncuran Coinbase for Agents yang memungkinkan bot AI untuk trading dan membayar, sistem akan dibangun terintegrasi dengan x402, sebuah protokol (machine-to-machine payments) terbuka yang dikembangkan Coinbase bersama para mitra teknologi global.

Dengan protokol x402 ini, bot AI tidak hanya bisa melakukan pembelian kripto di pasar spot atau derivatif.

Lebih dari itu, agen AI dapat membayar secara mikro, seperti membeli data riset premium, membayar API berbayar, hingga menyewa daya komputasi tambahan secara instan demi menunjang keakuratan strategi trading, semuanya tanpa perlu login manual dari pemilik akun.

Baca Juga: Dobrak Pasar Ritel, DBS Singapura Siap Luncurkan Emas Digital Berbasis Token!

Keamanan Berlapis: Kendali Penuh Tetap di Tangan Manusia

Bagi pengguna yang masih khawatir asetnya terkuras akibat keputusan ceroboh dari bot AI, Coinbase telah merancang sistem proteksi yang sangat ketat.

Berdasarkan analisis risiko dan fitur keamanan akun AI terbaru di Coinbase, para pemilik akun dapat menempatkan agen AI mereka di dalam ruang isolasi portofolio khusus atau sandbox.

Dengan sistem ini, bot AI sama sekali tidak memiliki akses ataupun visibilitas terhadap sisa aset utama pengguna lainnya.

Pengguna juga memegang kuasa penuh untuk mengatur parameter batasan yang kaku, mulai dari batas maksimal ukuran transaksi, target interaksi protokol yang diizinkan, hingga batas pengeluaran harian.